Ada Layanan Khusus Bantu Orang Kesulitan di Bandara, Seperti Apa Ya?

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Sabtu 25 September 2021 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 406 2476667 ada-layanan-khusus-bantu-orang-kesulitan-di-bandara-seperti-apa-ya-OJKNNN8w8N.JPG Penyandang disabilitas kerap alami kesulitan di bandara (Foto: The Republic)

BEPERGIAN dengan moda transportasi udara dinilai menakutkan oleh sebagian orang. Bukan soal takut keselamatan, mereka cemas harus melewati beberapa prosedur di bandara sebelum terbang menggunakan pesawat.

Mereka adalah orang-orang yang membutuhkan bantuan ekstra untuk melewati tahap pemeriksaan keamanan.

Pria yang mengalami gangguan penglihatan, Jim Macklin, terbang melalui Bandara Internasional Phoenix Sky Harbor pada bulan Juni lalu.

Ia membutuhkan bantuan untuk menavigasi bandara. Macklin pun meminta bantuan seseorang yang berada di tepi Jalan Sky Harbor.

“Saya berbicara dengan orang pertama yang saya lihat dan berkata, 'Saya butuh bantuan,” kata Macklin.

Macklin adalah salah satu dari banyak pelancong yang mungkin tidak terlalu cemas jika mereka mengetahui program Transportation Security Administration (TSA) atau Administrasi Keamanan Transportasi.

Apa itu TSA Cares?

Proses penyaringan di bandara dapat membuat stres calon penumpang, bahkan bagi pelancong yang paling berpengalaman sekalipun. Mengingat apa yang diperbolehkan, apa yang tidak. Kondisi medis atau masalah sensorik dapat membuat prosesnya semakin melelahkan.

Baca juga: Pramugara Dihajar Penumpang, Pesawat Ini Terpaksa Putar Balik ke Bandara

Menyadari hal itu, Administrasi Keamanan Transportasi meluncurkan TSA Cares pada tahun 2012. Orang-orang yang butuh bantuan ekstra untuk melalui keamanan, baik karena cacat, kondisi medis, atau keadaan lain, dapat menelepon terlebih dahulu untuk memberi tahu agensi tersebut.

Infografis Maskapai dengan Sajian Makanan Terbaik

Agen TSA terlatih khusus kemudian bertemu dengan pelancong di bagian keamanan untuk memandu mereka melalui proses penyaringan.

Siapa yang memenuhi syarat untuk TSA Cares?

Program ini umumnya terbuka bagi setiap penumpang yang membutuhkan dukungan ekstra dalam menavigasi keamanan.

Beberapa permintaan yang paling umum adalah dari penyandang autisme, mereka yang menggunakan kursi roda atau skuter, pelancong dengan cacat kognitif dan penumpang yang menderita diabetes.

Supervisor TSA, Jeff Cote mengatakan, peran itu bersifat pribadi baginya. Putrinya, yang berusia 29 tahun mengidap sindrom Asperger. Ia mengatakan, para penumpang yang dipandunya mulai dari bayi hingga orangtua.

“Banyak bayi yang tidak dapat dipindai melalui sinar-X sehingga kami akan menyaringnya sendiri,” kata Cote.

"Terkadang kami mendapatkan orang yang menjalani perawatan medis dan memiliki banyak peralatan medis tambahan, termasuk kantong infus dan cairan berukuran besar," kata Tracy Blake, supervisor TSA lainnya.

Blake berujar bahwa tujuannya adalah untuk membuat pelancong merasa nyaman saat melewati proses screening di bandara.

“Hanya membantu mereka melalui proses itu, memastikan mereka memiliki pengalaman perjalanan yang lebih baik,” kata Blake.

Sebarkan TSA Cares ke seluruh dunia

Pada tahun pertama TSA Cares, ada 3.000 permintaan bantuan di seluruh negeri. Sejauh ini pada tahun 2021 telah menerima lebih dari 18.000 permintaan.

Terlepas dari pertumbuhan itu, program ini sedikit diketahui oleh banyak orang yang paling bisa menggunakannya. Informasi itu sering disampaikan dari mulut ke mulut.

Baca juga: 4 Pose Pramugari Evi Ria Santi di Taman Bunga, Cantiknya bak Queen of Flowers

TSA melakukan strategi untuk memberi tahu wisatawan bagaimana mereka dapat membantu. Misalnya, pada 14 September, TSA mengadakan tur di Bandara Phoenix Sky Harbor untuk kelompok dari Yayasan Anak Tunanetra.

Program ini sangat membantu penumpang yang memiliki keterbatasan fisik. Melody Girouard misalnya.

Ia memiliki kondisi genetik yang memengaruhi penglihatannya sejak ia masih kecil. Dia mengatakan sangat sulit dan menakutkan untuk bepergian sendiri. Girouard bahkan tidak bisa melihat isyarat visual seperti gerakan tangan yang melambai padanya.

“Bandara menakutkan karena saya tidak bisa membaca tanda-tandanya. Saya tidak bisa melihat ke mana saya pergi,” kata Girouard.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini