Temuan Jejak Kaki Berumur 23.000 Tahun Ungkap Kehidupan Zaman Es

Nindi Widya Wati, Jurnalis · Sabtu 25 September 2021 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 406 2476680 temuan-jejak-kaki-berumur-23-000-tahun-ungkap-kehidupan-zaman-es-idoJ5Fti6C.JPG Fosil jejak kaki kuno di New Mexico, AS (Foto: Dailystar)

FOSIL jejak kaki manusia ditemukan di New Mexico, Amerika Serikat. Jejak kaki itu diperkirakan berusia lebih dari 23.000 tahun yang erasal dari sebelum gletser zaman es mencair. Demikian menurut penelitian ilmiah baru.

Sebuah studi baru juga mengungkapkan, bahwa jejak kaki kuno di Amerika Serikat telah ditemukan sejak 23.000 tahun silam.

Diwartakan oleh Daily Star, ketika para ilmuwan melihat jejak kaki yang diawetkan di Taman Nasional White Sands, New Mexico, mereka menemukan bahwa hal tersebut berasal dari zaman es.

Jika kesimpulan itu benar adanya, ini berarti dapat membawa perdebatan ilmiah baru tentang kapan manusia pertama kali tiba di negeri Paman Sam.

Baca juga: Fosil Hewan Tertua di Dunia Ditemukan, Umurnya 890 Juta Tahun!

Diyakini manusia memasuki Amerika setelah mencairnya lapisan es Amerika Utara karena membuka rute migrasi. Namun, jejak kaki itu mengungkapkan migrasi manusia yang jauh lebih awal ke Amerika.

Kehidupan Zaman Es

(Foto: Dailystar)

“Ada banyak perdebatan selama bertahun-tahun tentang orang pertama di Amerika dengan beberapa situs awal yang diidentifikasi. Beberapa arkeolog melihat bukti kuat untuk situs yang lebih tua sekitar 16.000 tahun. Jejak White Sands memberikan tanggal yang jauh lebih awal,” ungkap peneliti University of Arizona, Prof Vance Holliday.

Jejak kaki itu terbentuk di lumpur lunak di sekitar danau dangkal, yang sekarang menjadi bagian dari Alkali Flat, sebuah playa besar di White Sands. Para peneliti dari US Geological Survey menentukan tanggal jejak ini menggunakan penanggalan radiokarbon dari lapisan benih di atas dan di bawah jejak.

Temuan tersebut mengungkap keberadaan manusia selama setidaknya dua milenium, dengan jejak tertua sekitar 23.000 tahun lalu.

Jejak kaki juga menceritakan kisah menarik, tentang bagaimana kehidupan saat ini dengan mengungkapkan bahwa mereka sebagian besar ditinggalkan oleh remaja dan anak-anak.

Bahkan, ada juga penemuan jejak milik mammoth, sloth tanah raksasa, serigala dan burung yang mengerikan di lokasi tersebut.

Dr Sally Reynolds, Principal Academic di Hominin Paleoecology di Bournemouth University, mengatakan, ini merupakan situs penting karena semua jalur yang ditemukan di sana menunjukkan interaksi manusia, di lanskap bersama hewan yang punah seperti mammoth dan sloth raksasa.

"Kami dapat melihat koeksistensi antara manusia dan hewan di situs secara keseluruhan, dan dengan dapat secara akurat menentukan tanggal jejak kaki ini, kami membangun gambaran lanskap yang lebih besar," ujar Reynolds.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini