Hanya Satu-satunya di Dunia, Museum Vagina Resmi Ditutup

Nindi Widya Wati, Jurnalis · Minggu 26 September 2021 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 406 2476774 hanya-satu-satunya-di-dunia-museum-vagina-resmi-ditutup-ofloy4dTR5.JPG Museum Vagina di London, Inggris resmi ditutup (Foto: AFP via Getty Images)

KABAR buruk datang dari destinasi unik museum vagina yang hanya ada satu-satunya di dunia. Ya, museum yang berdiri di Camden, London itu resmi ditutup.

Meski begitu, pengelola hanya diizinkan menggelar pameran secara online saja. Langkah penutupan diambil lantaran pengajuan perpanjangan sewa museum tersebut ditolak.

LabTech tidak memperpanjang masa sewa museum yang berakhir pada 24 September 2021 itu, demikian dilaporkan Vice.

Museum Vagina dibangun dengan tujuan untuk mengungkap hal tabu di sekitar alat kelamin perempuan. Namun sayangnya, pengelola belum menemukan tempat ideal untuk disewa dengan harga terjangkau, mudah diakses, dan berada di kawasan komersial atau budaya.

Pendiri Florence Schechter, yang meresmikan museum pada 2017 silam telah mengkaji bahwa tidak ada ginekologi yang setara dengan Museum Phallological Islandia.

Baca juga: Kunjungi Museum Ini, Wisatawan Disajikan Perjalanan Indah ke Masa Lalu

Pekerja Museum Vagina di London, Inggris

(Foto: Dailystar)

Museum mulai hidup sebagai serangkaian pop-up di Inggris, sebelum menemukan rumah fisik di Stables Market di Camden pada Oktober 2019.

Sejumlah pemilik properti di sekitar London dilaporkan telah memertimbangkan proposal dari museum, tetapi akhirnya semua ditolak.

Mereka tidak memberikan alasan untuk keputusan penolakan sewa itu. Namun, Florence mengaku percaya bahwa patriarki institusional sedang bekerja untuk menemukan solusinya.

Florence juga mengatakan penutupan museum dari Camden adalah tanda meningkatnya gentrifikasi di daerah tersebut.

"Saya akan sangat menyukai berada di Camden, karena saya seorang penduduk asli, sebab itulah mendapatkan tempat pertama," ujar Schechter.

Museum Vagina telah mendapat pujian luas dalam beberapa tahun di Camden, termasuk dukungan dari bintang-bintang seperti Gillian Anderson. Bahkan, Pameran Muff Busters, Vagina Myths and How To Fight Them 2019 memiliki lebih dari 110.000 pengunjung.

Setelah pameran terakhir, sekitar 89 persen pengunjung mengatakan, jika mereka tahu lebih banyak tentang sejarah menstruasi setelah kunjungan mereka ke sana.

Kedua pameran juga menerima animo yang sangat positif, berdasarkan data museum. Sejumlah orang pun berbagi kesedihan mereka tentang penutupan museum vagina di Twitter.

Baca juga: Liburan di Jakarta, Kunjungi 5 Museum Ini untuk Memperluas Wawasan

Terkait penutupan museum vagina, Fiona Robertson, Penyelenggara Kesetaraan Partai Nasional Skotlandia mengatakan;

"Merupakan hal yang revolusioner untuk melihat museum di tempat yang menonjol, mudah diakses, dan tanpa rasa malu. Penyembuhan, pendidikan, berbasis komunitas. Itu juga satu-satunya alasan saya pergi ke bagian London dalam perjalanan terakhir, yang berarti saya juga menghabiskan waktu untuk bisnis lain," tulisnya.

"Itu adalah tempat yang bagus untuk membawa anak-anak saya, sehingga mereka tahu (pengetahuan tentang organ intim-red) saya tidak takut dengan semua itu. Mereka kemudian mengajak ibu mereka ke sana, enam pengunjung ke daerah London. Kami terus mengatakan seharusnya dilakukan, tetapi tidak pernah berhasil. Dan akan mengulanginya dengan lokasi baru," cuit netizen lainnya.

Hingga Museum Vagina dapat menemukan sewa baru, Florence dan timnya akan beroperasi dari unit penyimpanan dan online sampai museum menemukan tempat pengganti.

"Kami akan bertindak seolah karena pandemi, itu memberi kami banyak latihan tentang cara beroperasi tanpa ruang fisik. Melakukan banyak acara online," kata Schechter.

Museum Vagina memiliki jangkauan online 4 juta orang per bulan, tetapi hilangnya ruang fisik akan berdampak signifikan pada target pasarnya. Bahkan, seperempat pengunjung pasca pandemi Covid-19 mengatakan bahwa mereka berkunjung ke sana karena hanya kebetulan lewat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini