Duh! Penerbangan ke Pedalaman Papua dari Timika Dipangkas 70 Persen

Antara, Jurnalis · Senin 27 September 2021 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 26 406 2477097 duh-penerbangan-ke-pedalaman-papua-dari-timika-dipangkas-70-persen-pRqh7NsnPZ.JPG Ilustrasi (Foto: Instagram/@susiairofficial)

FREKUENSI penerbangan perintis angkutan orang maupun kargo barang dari Bandara Mozes Kilangin Timika ke beberapa daerah di Papua dikurangi hingga 70 persen.

Hal itu disebabkan oleh landas pacu bandara digunakan secara bersamaan untuk menggelar pertandingan cabang olahraga terbang layang PON XX Papua.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, selama berlangsungnya pertandingan cabang olahraga terbang layang di Bandara Timika, terjun payung di halaman Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika dan aero modeling di arena SP5 maka kegiatan penerbangan pesawat perintis ke pedalaman Papua dikurangi secara signifikan.

Baca juga: Atlet PON Boleh Berwisata ke Raja Ampat, Asal Penuhi Syarat Ini

"Penerbangan tetap berjalan seperti biasa, hanya saja untuk pesawat-pesawat kecil atau penerbangan perintis selama pertadingan berlangsung akan dikurangi hingga 70 persen. Pesawat-pesawat perintis hanya terbang pada pagi hari sampai siang hari, setelah itu tidak terbang lagi karena semua diprioritaskan untuk menggelar pertandingan terbang layang yang sekarang berlangsung di Bandara Mozes Kilangin Timika," ungkap John.

Adapun penerbangan komersial dengan menggunakan pesawat berbadan lebar seperti Garuda Indonesia, Batik Air, Sriwijaya Air tetap berjalan normal, meskipun berpotensi terjadi keterlambatan lantaran penerbangan komersial tersebut membawa rombongan atlet, oficial dan tamu-tamu yang akan datang ke Timika untuk mengikuti PON XX Papua.

"Kalau Bandara kita tutup hanya untuk menggelar pertandingan, lalu pesawat-pesawat komersial yang membawa atlet bagaimana bisa turun di Bandara Timika? Makanya semuanya tetap berjalan secara simultan," tuturnya.

Mantan Kepala Dishubkominfo Mimika itu menyebut, sebelum ini berlaku telah ditandatangani perjanjian kerja sama antara pihak Airnav dengan Teknical Delegated Cabor Terbang Layang dalam hal penggunaan ruang udara sehingga kegiatan penerbangan tetap dilaksanakan secara simultan dengan pelaksanaan pertandingan.

"Mandatorinya harus tetap ada di pemegang ruang udara sehingga baik kegiatan terbang layang, terjun payung maupun aero modeling semuanya dikontrol dari tower ATC mengingat ruang udaranya ada dalam Kawasan Operasi Penerbangan terdalam yang sangat dekat," jelasnya.

Lokasi terjun payung di Pusat Pemerintahan SP3 Timika lanjut John, hanya berjarak 5 kilometer dari aproach Bandara Runway 15. Pada ketinggian sekitar 9.000 kaki dan turun ke ketinggi 4.000 kaki, penerjun akan diterjunkan.

"Pada saat bersamaan tidak boleh ada pesawat lain yang terbang. Makanya semua diatur dari tower ATC," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini