Serunya Berpetualang di Mangsi River Bangli, Ada Pasir Hitam Berkhasiat Lho

Antara, Jurnalis · Minggu 26 September 2021 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 26 408 2476955 serunya-berpetualang-di-mangsi-river-bangli-ada-pasir-hitam-berkhasiat-lho-thUJFmHjay.JPG Pengunjung menikmati wahana air di D'Green Babakan, Mangsi River, Bangli (Foto: Instagram/@dgreenbabakan)

PEMERINTAH mulai membuka tempat-tempat wisata secara bertahap di tengah melandainya kasus Covid-19. Hal ini tentu jadi angin segar bagi destinasi wisata di Indonesia dan Bali khususnya, termasuk destinasi wisata baru bernuansa alam, seperti d'Green Babakan at Mangsi River di Desa Apuan Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli.

“Pelonggaran berupa pembukaan tempat wisata menjadi motivasi kami untuk mengembangkan destinasi wisata berbasis alam," ujar pengelola kawasan d’Green Babakan at Mangsi River, Ida Bagus Gede Dwidasmara, Minggu (26/9/2021).

Pihaknya menawarkan nuansa berwisata yang cara berbeda yakni pengalaman berpetualang di alam terbuka dengan udara yang sejuk segar serta pemandangan hutan yang asri sambil bermain air di sungai yang jernih.

Dwidasmara memilih konsep berpetualang di alam, karena kawasannya menyediakan hutan menawan nan asri serta sungai yang bersih.

"Wisata berbasis alam kami rasa lebih aman disaat pandemi karena wisatawan beraktifitas fisik di ruang terbuka dengan udara sejuk segar serta pemandangan asri," katanya.

Selain bisa refreshing, lanjutnya, berwisata di alam terbuka diyakini bisa meningkatkan imun karena para wisatawan akan merasa excited dan bersemangat.

Baca juga: Wisata Bali Buka Bulan Depan, Yuk Buruan Beli Tiket!

D'Green Babakan, Mangsi River

(Foto: Instagram/@dgreenbabakan)

Dipelopori para pekerja sektor pariwisata yang di-PHK akibat pandemi Covid-19, katanya, belasan pemuda yang tergabung dalam Mangsi River Community membangun destinasi wisata petualangan dengan menata sungai dan lingkungan sekitarnya.

"Awalnya, sungai yang melintasi desa kurang terawat, namun setelah ditata ternyata menjadi daya tarik wisata yang menarik karena berada di tengah hutan yang asri,” ujarnya.

Apalagi sungai tersebut menyimpan keunikan berupa pasir berwarna hitam yang bisa gunakan sebagai lulur.

"Lulur pasir hitam ini diyakini warga setempat dapat membersihkan badan, menghilangkan gatal dan penyakit kulit," tegas dosen Universitas Udayana ini.

D'Green Babakan, Mangsi River

(Foto: Instagram/@dgreenbabakan)

Keunikan pasir hitam inilah yang menginisiasi para pemuda menyebut sungainya sebagai Mangsi River.

Pihaknya juga telah menyiapkan berbagai wahana dan atraksi adventure yang dapat dinikmati pengunjung.

"Mulai dari rute hash menyusuri hutan, bermain tubing di sungai yang berhiaskan bebatuan besar atau hanya sekadar berenang di sungai berair jernih dan segar," tuturnya.

Pengunjung juga bisa melakukan kegiatan lain, seperti camping and outbond di alam terbuka ataupun hanya memancing bersama keluarga. Bagi yang suka memasak di alam terbuka, pihaknya telah menyiapkan sarana barbeque yang bisa dilakukan di pinggir sungai atau di area camping.

Restoran d’Green Babakan yang berada di antara hamparan persawahan terasering dan warna wani kebun bunga, juga menawarkan beragam menu yang menggoda selera.

Salah seorang pengunjung, Herlina Laksmini terlihat menikmati wisata petualangan yang ditawarkan d’Green Babakan at Mangsi River.

"Seru banget berwisata bersama keluarga, anak-anak antusias banget karena bisa bermain dan merasakan kegiatan di alam bebas di tengah udara segar dan pemandangan yang asri,” ucap ibu tiga anak ini.

Baca juga: Kunjungi Desa Wisata di Bali, Sandiaga Uno Pesan 120 Kain Tenun untuk Peserta KTT G20

Ia meyakini berwisata alam dapat memulihkan semangat sekaligus pilihan refreshing teraman di tengah pandemi Covid-19. Keluarganya tampak menikmati sensasi berperahu melintasi tebing bebatuan yang asri.

"Menyusuri sungai di antara bebatuan besar bagaikan di tengah hidden canyon rasanya, sesuatu yang sangat berbeda dari pengalaman sehari-hari," tutup Laksmini.

Lokasi d’Green Babakan Mangsi River sendiri berjarak sekitar 6 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Gianyar, atau 30 menit berkendara ke arah utara. Pengunjung juga bisa mencari alamatnya dengan mudah melalui Google maupun media sosial.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini