Menyusuri Jejak Sejarah Sekutu dan Jepang di Balik 'Pearl of Pacific' Morotai

Yaomi Suhayatmi, Jurnalis · Senin 27 September 2021 16:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 25 2477626 menyusuri-jejak-sejarah-sekutu-dan-jepang-di-balik-pearl-of-pacific-morotai-zmKNuqJuAZ.jpg Foto: Dok.Instagram @pikniknusantara

Pulau Morotai yang berada di Kepulauan Maluku ini menyimpan panorama alam yang susah untuk dilupakan. Hamparan laut biru dengan deburan ombak yang menenangkan memberikan kesan tersendiri bagi para wisatawan. Belum lagi, keberagaman biota laut yang ada di bawah perairan Morotai menjadi pelengkap destinasi wisata ini.

Kecantikan Pulau Morotai semakin indah kala mengingat kentalnya sejarah bangsa Indonesia yang ada di daerah ini. Pasalnya, pulau ini menjadi saksi bisu dari Perang Dunia II dan penjajahan Jepang. Oleh sebab itu, karena terdapat beberapa peninggalan sejarah di pulau ini, menjadikannya sebagai destinasi wisata sejarah. Dengan hal ini, keseruan berlibur di Morotai pun semakin terasa menyenangkan. Namun, baiknya tunggu hingga kondisi cukup kondusif, ya!

Sekarang, liburan virtual dulu #DiRumahAja dengan mengintip berbagai lokasi wisata sejarah di Morotai yang wajib masuk wishlist Anda saat melancong ke pulau yang memiliki julukan ‘Pearl of Pacific’ ini.

Eits, tunggu dulu. Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak referensi untuk liburan virtual #DiIndonesiaAja dan update produk lokal khas dari lokasi wisata, yuk follow akun Instagram @pesonaid_travel!

1. Kapal Tosimaru Malifut


 

(Foto: Instagram/@arfenilla.96)

Salah satu objek wisata bersejarah, Kapal Tosimaru ini berada di perairan Pantai Malifut, Halmahera Utara, yang dulunya berfungsi sebagai kapal pengangkut pasukan Jepang. Selain itu, fungsi dari kapal ini dikatakan juga untuk melindungi pangkalan AL (Angkatan Laut) Kekaisaran Jepang yang berpusat di Kao. Hingga akhirnya, Kapal Tosimaru tenggelam karena bom dari Amerika dan sekutunya.

Keberadaan bangkai Kapal Tosimaru menjadikannya sebagai saksi bisu Perang Dunia II yang terjadi saat itu. Kini, kapal yang disebut juga sebagai Kapal Busu atau Kapal Tua ini, merupakan destinasi wisata favorit warga setempat.

Pasalnya, jejak kapal yang berada di permukaan laut bisa dilihat jelas oleh para pengunjung dari pesisir pantai. Dengan adanya bangkai kapal bersejarah ini, membuat pesona pantai semakin mengesankan.

Baca Juga: 5 Spot Pantai Cantik di Pulai Morotai yang Mampu Manjakan Mata

2. Pulau Zum-Zum

(Foto: Instagram/@fahrii_umaternate)

Pesona Pulau Zum-Zum dengan keindahan hamparan pantainya telah menjadi rahasia umum. Ditambah dengan rerumputan dan pepohonan hijau yang menghiasi pulau tidak berpenghuni ini membuatnya kian cantik.

Di balik panorama alamnya yang menakjubkan, Pulau Zum-Zum juga menyimpan cerita sejarah masa Perang Dunia II. Pulau Zum-Zum menjadi tempat peristirahatan dan persembunyian dari Jenderal Douglas MacArthur, ketika berperang melawan Jepang.

Jenderal yang dikenal dengan strategi berperang ‘leap frog’ ini merupakan sosok Komandan Sekutu Anti-Jepang di Pasifik yang menjadikan Pulau Morotai sebagai posko militer dalam peperangan untuk merebut Filipina dari Jepang. Untuk mengenang sejarah, di Pulau Zum-Zum juga terdapat patung Jenderal MacArthur lengkap dengan ucapannya yang terkenal yang diukir di tempat tersebut. Selain untuk belajar sejarah secara singkat, patung Jenderal MacArthur ini juga cocok sebagai latar foto yang apik.

3. Pantai Army Dock

(Foto: Wonderfulimage.id)

Keindahan alam Pantai Army Dock memang tak terelakan, hamparan air laut yang jernih dengan perpaduan pasir putih membuat suasana kembali segar setelah menjalani padatnya rutinitas. Apalagi, keindahannya saat matahari terbenam.

Semburat warna oranye yang bertemu dengan tenangnya ombak pantai menjadikan panorama alam ini kian menakjubkan, ditambah adanya puing-puing peninggalan pertempuran hebat di masa Perang Dunia II. Pasalnya, di masa Perang Dunia II, Pantai Army Dock dijadikan sebagai pelabuhan oleh para tentara sekutu saat mendarat di Pulau Morotai.

Tidak hanya itu, Pantai Army Dock juga digunakan sebagai markas militer Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Laut (AL). Sebab itu, dahulu di sini juga terdapat instalasi militer infantri, zeni tempur, dan rumah sakit, yang ditambah dengan lima dermaga. Di pantai ini pula terdapat jembatan yang menghubungkan Pantai Army Dock dengan Pulau Zum-Zum yang berfungsi untuk menghantarkan logistik para tentara perang.

4. Spot Diving di Perairan Morotai

(Foto: Instagram/@ninda_felina via Instagram/@morotaiindonesia)

Kentalnya sejarah masa Perang Dunia II antara sekutu dan Jepang tidak hanya terlihat di permukaan laut atau pun di dataran, namun juga terasa hingga alam bawah laut. Pasalnya, di pantai yang terletak di kawasan Desa Wamama terdapat spot diving untuk melihat “Museum Perang Dunia II” bawah laut.

Destinasi wisata yang dikenal dengan nama Wreck Wamama Dive ini menyimpan puing-puing peninggalan pertempuran Perang Dunia II, seperti bangkai pesawat yang berjenis Bristol Beuford. Reruntuhan dari pesawat ini juga dinilai masih lengkap, Anda bisa melihat jelas ekor pesawat dan bagian depannya. Tidak hanya itu, di alam bawah laut ini juga terdapat puing-puing dari mobil Jeep dan kapal.

Kekayaan biota lautnya yang menakjubkan juga tak kalah menarik perhatian. Perpaduan antara terumbu karang dengan peninggalan masa Perang Dunia II menambah eksotisme pemandangan alam bawah laut di Desa Wamama ini.

Tidak hanya di Desa Wamama, daerah lainnya pun menyimpan keindahan alam bawah laut yang wajib dikunjungi. Bahkan, Anda juga bisa merasakan berenang bersama hiu di habitat aslinya yang berada di Pulau Mitita.

Liburan #DiIndonesiaAja dengan bertandang ke Morotai memang wajib masuk bucket list untuk dikunjungi nanti. Namun, jangan khawatir, Anda bisa merasakan liburan ke Morotai secara virtual melalui gadget kesayangan Anda. Setelah itu, buka e-commerce untuk #BeliKreatifLokal khas Morotai agar semakin terasa liburannya.

(Foto: Wonderfulimage.id)

Kaya akan pesona alam dan budaya, Morotai juga masuk sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas yang telah direncanakan oleh Kemenparekraf. Hal ini pun diungkapkan oleh Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno.

“Ada lima Destinasi Super Prioritas, tapi ada lima lagi yang disiapkan setelah itu, termasuk Belitung, Wakatobi, Raja Ampat, Morotai, dan destinasi lain. Ini lagi kita persiapkan agar bisa menjadi penopang dari pertumbuhan ekonomi kita," ujar Sandi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) beberapa waktu lalu.

Semakin semangat ya untuk berwisata ke Morotai nanti. Apalagi, kita juga akan memperingati Hari Pariwisata Sedunia atau World Tourism Day pada 27 September 2021.

Agar segera terwujud agenda liburan #DiIndonesiaAja, jangan lupa untuk terus mengimplementasikan #InDOnesiaCARE di sektor pariwisata dengan menjaga protokol kesehatan 6M. Jangan lupa, ikuti pula program vaksinasi agar terbentuknya kekebalan tubuh untuk melawan virus Covid-19 dan melindungi orang-orang di sekitar Anda.

Untuk mengusir kebosanan selama berada #DiRumahAja, Anda bisa mengikuti PUKIS atau Pesona Punya Kuis yang diadakan setiap hari Selasa. Caranya juga mudah, Anda tinggal follow akun Instagram @pesonaid_travel dan like unggahan PUKIS terbaru. Lalu, jawab pertanyaan yang diberikan melalui kolom komentar. Mention juga tiga teman Anda untuk ikut memeriahkan kuis ini.

Raih kesempatan untuk memenangkan beragam hadiah menarik. Jangan sampai ketinggalan ya, semoga beruntung!

CM

(yao)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini