Kura-Kura Nongol di Landasan Pacu Bandara, Penerbangan Langsung Ditunda

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Selasa 28 September 2021 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 406 2477558 kura-kura-nongol-di-landasan-pacu-bandara-penerbangan-langsung-ditunda-1fiGaeyL0i.JPG Kura-kura (Foto: Soranews24)

TERDAPAT begitu banyak cerita menyertai perjalanan udara, mulai dari situasi yang tidak biasa seperti kilat menyambar sayap pesawat, hingga kasus kejahatan.

Namun, mungkin tidak ada seorangpun di dalam penerbangan dari Tokyo ke Okinawa pada 24 September 2021 lalu yang siap menerima pengumuman dari kapten sebelum lepas landas alias take off.

“Saya baru saja mendapat kabar bahwa seekor kura-kura telah mengganggu landasan pacu tempat kami akan lepas landas. Barusan di landasan pacu, jadi kami harus berhenti sementara," ujar sang captain pilot.

Insiden itu terjadi di Runway A Bandara Narita di Prefektur Chiba sekitar pukul 11.30 waktu setempat dan pemindahan reptil bandel dilaporkan telah menunda penerbangan sekitar 10 menit. Meski ada gangguan, kru dan penumpang senang bahwa si hewan kecil itu selamat dari bahaya.

Sementara hewan lain seperti kucing diketahui berkeliaran di landasan dari waktu ke waktu, bahkan seorang pilot veteran berkomentar bahwa ini adalah pertama kalinya melihat kura-kura di luar sana.

Baca juga: Heboh, Penyu Terbesar di Dunia Muncul di Pantai Paloh Kalbar

Kura-kura itu diamankan oleh pejabat bandara dan ditemukan memiliki panjang sekitar 30 sentimeter (12 inci) dan memiliki berat kurang lebih dua kilogram (4,4 pon).

Untuk mengidentifikasi jenis kura-kura ini, media menghubungi pakar hewan Tsuyoshi Shirawa, ketenarannya baru-baru ini meningkat ketika ia berhasil menemukan ular piton yang melarikan diri dan meneror lingkungan penduduk di Yokohama selama satu bulan.

“Kura-kura ini adalah slider bertelinga merah, spesies asli Amerika Utara bagian selatan, tetapi menyebar ke seluruh dunia karena popularitasnya sebagai hewan peliharaan. Ini dianggap sebagai salah satu spesies paling invasif di dunia dan tampaknya kini mulai menyerang bandara juga,” kata Shirawa.

Shirawa sementara menduga banyak slider bertelinga merah ditinggalkan di alam liar oleh pemiliknya.

Fakta tidak adanya rumah di dekat bandara menunjukkan bahwa yang satu ini mungkin lahir di salah satu sungai terdekat dan hanya berkeliaran sedikit lebih jauh dari biasanya.

Namun, seorang pilot yang diwawancarai oleh ANN News bertanya-tanya apakah itu berasal dari sumber yang berbeda: “Karena area kargo dekat sana, saya bertanya-tanya apakah itu ada di bagasi seseorang, melarikan diri, dan kemudian berjalan keluar ke landasan,” katanya.

Apapun kebenaran di balik perjalanan terrapin kecil ini, tampaknya orang yang menelantarkan hewan pada akhirnya harus disalahkan.

Jadi, lain kali Anda harus memertimbangkan untuk memelihara hewan peliharaan, pikirkan baik-baik tentang perawatan jangka panjangnya dan dampak dari kegagalannya terhadap industri penerbangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini