Kena Blacklist, 1.600 Penumpang Nakal Dilarang Terbang dengan Pesawat

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Selasa 28 September 2021 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 406 2477702 kena-blacklist-1-600-penumpang-nakal-dilarang-terbang-dengan-pesawat-IhYpXDOzQ2.jpg Pintu darurat pesawat (Shanghaiits)

BERPERILAKU buruk di pesawat dapat membuat nama Anda di-blacklist oleh maskapai penerbangan. Maskapai telah melarang terbang banyak penumpang karena perilaku buruk sejak awal pandemi COVID-19.

Maskapai Delta yang berbasis di Atlanta, Amerika Serikat telah meminta maskapai penerbangan lain untuk membagikan daftar penumpang dilarang terbang

Baca juga:  Pramugara Dihajar Penumpang, Pesawat Ini Terpaksa Putar Balik ke Bandara

“Daftar penumpang yang dilarang tidak berfungsi dengan baik jika mereka dapat terbang dengan maskapai lain,” kata Kristen Manion Taylor, Wakil Presiden Senior Delta seperti dilansir dari Traveller.com, Selasa (27/9/2021).

Delta sendiri mengatakan memiliki 1.600 penumpang dalam daftar hitam atau dilarang terbang.

Pramugari dan serikat pekerja pilot telah memperingatkan tentang perilaku penumpang yang nakal, yang melonjak selama pandemi virus corona. Laporan termasuk insiden teriakan, pelecehan verbal terhadap kru dan serangan fisik.

 

Asosiasi Pramugari-CWA, yang mewakili sekitar 50.000 awak kabin dari selusin maskapai penerbangan, sebelumnya telah meminta database terpusat dari penumpang maskapai yang dilarang.

Administrasi Penerbangan Federal AS telah menerima 4.385 laporan penumpang nakal tahun ini. Hampir tiga perempat kasus terkait dengan pelancong yang menolak untuk mematuhi mandat masker di atas pesawat.

Baca juga:  Wow! Pramugari Ungkap Kode Rahasia Ajak Penumpang Bercinta di Toilet Pesawat

FAA awal tahun ini mengeluarkan kebijakan toleransi nol untuk insiden ini. Meskipun kasus telah turun 50%, tingkat enam insiden per 10.000 penerbangan tetap terlalu tinggi.

Serikat pekerja dan maskapai penerbangan pada bulan Juni meminta agar Departemen Kehakiman menuntut penumpang yang melakukan kekerasan dalam penerbangan.

Daftar penumpang terlarang milik maskapai terpisah dari daftar larangan terbang federal, yang dikelola oleh Pusat Pemeriksaan Teroris Biro Investigasi Federal.

American Airlines dan Southwest Airlines saat ini tidak menjual alkohol di pesawat karena kekhawatiran alkohol dapat memicu perilaku buruk.

 Ilustrasi

Pada Kamis 23 September 2021, Rep Peter DeFazio, Ketua DPR Komite Transportasi dan Infrastruktur mengatakan restoran bandara harus membantu menghentikan penumpang dari membawa alkohol ke pesawat.

“Tidak ada alasan bahwa seorang penumpang harus dapat meninggalkan restoran dengan secangkir alkohol untuk dibawa naik ke pesawat,” katanya dalam kesaksian tertulis di depan sidang komite tentang kemarahan udara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini