Disukai Turis Asing, Ini Dia Kreasi Unik dari Bambu Batik Khas Sangihe

Subhan Sabu, Jurnalis · Rabu 29 September 2021 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 406 2478264 disukai-turis-asing-ini-dia-kreasi-unik-dari-bambu-batik-khas-sangihe-gDXJC6TdRS.jpg Kreasi dari bambu batik khas Sangihe (Okezone.com/Subhan)

BAMBU batik merupakan bambu khas dari Sangihe yang memiliki motif dan corak unik. Kerajinan dari bambu batik yang paling umum ditemui adalah furnitur seperti meja dan kursi.

Namun, tidak hanya di Sangihe. Di Manado ternyata juga ada pengrajin dari bambu batik, yang berlokasi di Kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera itu di kelola secara turun temurun oleh Bertha Mansauda.

Baca juga:  Diikuti 2.000 Peserta, Pertunjukan Musik Bambu Tada di Festival Morotai Pecahkan Rekor Muri

"Pembuatan kerajinan bambu batik ini awalnya terinpirasi dari orangtua. Dulunya orangtua pembuat alat musik bambu. Namun untuk musik bambu saat ini agak terkikis. Agar supaya ini bisa dikenal lagi saya membuat kerajinan dari bambu batik berupa miniatur alat musik bambu supaya generasi berikut bisa melihat bahwa alat musik bambu ternyata seperti ini," tutur Bertha.

 Ilustrasi

Kreasi dari bambu batik (Okezone.com/Subhan)

Dari awalanya hanya membuat miniatur alat musik bambu seperti terompet, Bertha terinspirasi untuk membuat berbagai model kerajinan lain, seperti bunga, kap lampu, teko, gelas, tempat lilin, meja, kursi, gantungan kunci, miniatur hewan, tas, jam tangan, miniatur rumah, hingga miniatur kapal laut.

Baca juga:  4 Gaya Kece Pramugari Devi Setiawati, Netizen: Mirip Via Vallen

Kualitas bambu batik sendiri menurut Bertha lebih bagus dibanding bambu lain, selain itu punya corak keunikan tersendiri serta tahan lama. Bambu batik sendiri merupakan jenis atau lebih dikenal sebagai bambu China, namun Bertha lebih suka menyebutnya bambu batik sehingga terkenal sampai kemancanegara.

"Ada dari wisatawan-wisatawan asing yang bertanya nama bambunya, nah saya sebagai orang Indonesia, kita harus bawa nama Indonesia, jangan bawa nama China, karena biasanya kalau ditanya wisatawan, kalau kita sebut bambu China nanti ini asalnya dari China, sehingga untuk membawa nama Indonesia, saya ganti jadi bambu batik. Jadi terkenal di luar negeri ini bambu batik," jelas Bertha.

Hasil kerajinan bambu batik ini kata Bertha sudah sampai ke luar negeri seperti Dubai, Belanda, Hongkong, dan China. Belanda biasanya suka dengan model serangga, ada juga miniatur rumah panggung. Kalau Cina suka sekali dengan model miniatur rumah.

"Sebelum pandemi, untuk pemasaran sampai luar negeri, ada yang lewat Dinas terkait, ada juga yang datang beli langsung. Wisatawan asing paling banyak membeli sebelum pandemi, kalau tamu-tamu lokal hanya dari dinas-dinas terkait dan pribadi," kata Bertha

Untuk pembuatan miniatur seperti model bunga memakan waktu dua sampai dengan tiga hari, tergantung tingkat kesulitan masing-masing model. Untuk harga jual bervariasi mulai dari Rp250 sampai puluhan juta.

 Ilustrasi

"Kalau model bunga, harga standarnya itu Rp250 sampai Rp1 juta. Yang paling mahal biasanya miniatur, seperti miniatur kantor walikota yang pernah saya buat, ada juga model udang, tergantung tingkat kesulitan, kalau tidak terlalu sulit biasa harganya, tapi kalau sulit, itu yang biasanya harganya mahal," kata Bertha.

Meski di tengah pandemi saat ini Bertha tetap eksis membuat miniatur kerajinan yang dirintisnya sejak 2021. Bambu batik sendiri didapatnya dengan cara membeli di Kabupaten Kepulauan Sangihe jika pesanan lagi banyak, tapi juga ada bambu yang ditanamnya di kebun.

Hasil kerajinan bambu batik ini kata Bertha sudah sampai ke luar negeri seperti Dubai, Belanda, Hongkong, dan Cina. Belanda biasanya suka dengan model serangga, ada juga miniatur rumah panggung. Kalau Cina suka sekali dengan model miniatur rumah.

"Sebelum pandemi, untuk pemasaran sampai luar negeri, ada yang lewat Dinas terkait, ada juga yang datang beli langsung. Wisatawan asing paling banyak membeli sebelum pandemi, kalau tamu-tamu lokal hanya dari dinas-dinas terkait dan pribadi," kata Bertha

Untuk pembuatan miniatur seperti model bunga memakan waktu dua sampai dengan tiga hari, tergantung tingkat kesulitan masing-masing model. Untuk harga jual bervariasi mulai dari Rp250 sampai puluhan juta.

"Kalau model bunga, harga standarnya itu Rp250 sampai Rp1 juta. Yang paling mahal biasanya miniatur, seperti miniatur kantor walikota yang pernah saya buat, ada juga model udang, tergantung tingkat kesulitan, kalau tidak terlalu sulit biasa harganya, tapi kalau sulit, itu yang biasanya harganya mahal," kata Bertha.

Meski di tengah pandemi saat ini Bertha tetap eksis membuat miniatur kerajinan yang dirintisnya sejak 2021. Bambu batik sendiri didapatnya dengan cara membeli di Kabupaten Kepulauan Sangihe jika pesanan lagi banyak, tapi juga ada bambu yang ditanamnya di kebun.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini