Peringatan World Tourism Day dan Kiat Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif #DiIndonesiaAja

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis · Rabu 29 September 2021 09:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 25 2478513 peringatan-world-tourism-day-dan-kiat-pemulihan-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif-diindonesiaaja-0H7HTDA8vk.jpg Foto: Dok Wonfulimage.id

Setiap tahun, penggiat pariwisata di seluruh dunia memperingati World Tourism Day atau Hari Pariwisata Sedunia yang dicanangkan oleh Organisasi Pariwisata Dunia yaitu UNWTO (United Nations World Tourism Organization).

Nah, hari yang istimewa itu diperingati setiap tahunnya untuk mendorong perkembangan pariwisata di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Hari Pariwisata Sedunia juga merupakan momentum untuk kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Bagi Anda yang membutuhkan lebih banyak informasi seputar destinasi wisata menarik dan produk ekonomi kreatif yang ada #DiIndonesiaAja untuk dijadikan wish list, yuk follow akun Instagram @pesonaid_travel! Namun, demi kesehatan dan kenyamanan bersama, Anda disarankan untuk berwisata ke destinasi yang berada di level PPKM dengan level rendah. Jangan lupa juga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 6M serta segera melakukan vaksinasi, ya! Karena keselamatan kita bersama adalah prioritas utama.

Berbagai strategi dilakukan Kemenparekraf agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif cepat pulih, di antaranya:

1. Meluncurkan Program Sertifikasi CHSE

 

Foto. Wonderfulimage.id

Pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan dua sektor yang mengalami penurunan secara signifikan sejak merebaknya pandemi Covid-19. Padahal, kedua sektor ini mempunyai kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional.

Dalam mendukung industri pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus menggencarkan program CHSE, yakni Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keselamatan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan), agar kedua sektor tersebut dapat bangkit dan bertahan.

Kemenparekraf menggencarkan program CHSE agar dapat diimplementasikan oleh badan usaha masyarakat, seperti usaha pariwisata yang meliputi jasa transportasi wisata, hotel, homestay, rumah makan atau restoran, hingga MICE (Meetings, Incentives, Conferencing, Exhibitions).

Program ini dilaksanakan dengan memberikan sertifikasi CHSE bagi para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa pelaku usaha telah menerapkan protokol kesehatan secara baik di usahanya masing-masing.

Ada juga simbol dukungan lainnya yang meliputi kebersihan, kesehatan, keselamatan, kelestarian lingkungan ini dinamakan InDOnesia CARE (I Do Care). Untuk mengetahui apakah lokasi yang ingin Anda tuju sudah tersertifikasi CHSE atau belum, Anda dapat mengeceknya secara mandiri dengan mengunjungi laman chse.kemenparekraf.go.id.

2. Menggencarkan Promosi Destinasi Super Prioritas

 

Pulau Pada, Labuan Bajo, NTT (Foto. Instagram @nidyacarol)

Di tengah pandemi Covid-19, Kemenparekraf terus fokus mengembangkan 5 Destinasi Super Prioritas #DiIndonesiaAja, yaitu Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), dan Likupang (Sulawesi Utara). Bukan hanya dari infrastrukturnya saja, tapi juga dari sisi ekonomi kreatif yang turut dikembangkan dengan melibatkan masyarakat lokal.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia dianugerahi dengan panorama alam yang indah. Berkat itu, Indonesia menjadi salah satu negara tujuan wisata favorit bagi turis lokal maupun asing. Pengembangan 5 Destinasi Super Prioritas tentu berdampak langsung bagi kunjungan wisatawan setelah pandemi mereda. Hal ini juga akan berdampak baik bagi produk-produk ekonomi kreatif di daerah tersebut.

3. Menggencarkan Desa Wisata

 

Desa Penglipuran, Bali (Foto. Wonderfulimage.id)

Desa wisata atau village tourism merupakan salah satu sektor pariwisata yang tengah digencarkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sektor tersebut tengah menjadi tren pariwisata di dunia saat ini sehingga memiliki peminat yang cukup banyak.

Desa wisata menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Wisatawan dapat berinteraksi dengan alam, budaya, dan masyarakat lokal.

Pengelolaan desa wisata di Indonesia sendiri merupakan bagian dari program pengembangan pariwisata berkelanjutan. Adapun rencana tersebut bertujuan mempercepat kebangkitan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Desa wisata yang ada di Tanah Air mampu menjadi lokomotif kebangkitan perekonomian khususnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Jika Anda berencana mengunjungi desa wisata yang sudah mendapatkan sertifikasi CHSE nanti, Anda bisa mencoba berkunjung ke Desa wisata Cibuntu di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat; Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali; Desa Wisata Maria di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, dan masih banyak lagi. Namun, pastikan Anda sudah divaksin dan tetap mematuhi protokol kesehatan, ya!

4. Program Digitalisasi Ekonomi Kreatif dengan #BeliKreatifLokal

 

Foto. Wonderfulimage.id

Pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor yang mengakselerasi digitalisasi pelaku UMKM, khususnya di sektor ekonomi kreatif. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan program #BeliKreatifLokal guna mendukung para pelaku sektor ini, agar dapat kembali produktif di masa pandemi.

Kemenparekraf mendorong masyarakat untuk mendukung program #BeliKreatifLokal dengan membeli produk-produk lokal yang juga bisa dipesan secara online. Demi perputaran roda ekonomi, masyarakat diajak bangga mengenakan produk dalam negeri yang secara kualitas tak kalah dari merek luar negeri. Misalnya, membeli oleh-oleh di pengrajin lokal, seperti Keripik Pisang di @snackkalia, Rendang dari @kedaiserbarendang, Gudeg di @Tharra_Catering, dan lain sebagainya. Untuk mendapatkan beragam pilihan produk UMKM Anda bisa mengunjungi belikreatiflokal.id, ya!

Kemenparekraf juga siap membantu pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner, fesyen, dan kriya dengan memberikan pendampingan secara online, seperti strategi promosi digital, membangun jaringan penjualan, bersinergi dengan mitra platform lain, serta membantu pendampingan dalam pendirian badan hukum UMKM dan pengurusan sertifikat HAKI.

5. Mendukung PPKM dan Wisata Vaksin

 

South Shore, Gunuzng Kidul, Yogyakarta (Foto. @southshore.yk)

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan Pemerintah Pusat beberapa waktu lalu, didukung penuh oleh Kemenparekraf. Kemenparekraf menginstruksikan seluruh destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif untuk ditutup sementara.

Kebijakan tersebut guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kemenparekraf juga ikut ambil bagian penting dalam upaya percepatan vaksinasi nasional. Langkah yang dilakukan Kemenparekraf adalah menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Kemenparekraf memberikan terobosan baru bernama “Vanic”, yaitu vaksinasi asyik di tempat piknik. Salah satu sentra vaksin tersebut ada di destinasi wisata Cicalengka Dreamland, Jawa Barat. Destinasi Vanic lainnya adalah South Shore yang berlokasi di Jalan Pantai Selatan Jawa, Gunung Kidul, Yogyakarta, serta tempat wisata Petak Enam di Jakarta Barat, DKI Jakarta.

Itulah berbagai strategi yang dilakukan Kemenparekraf agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif cepat pulih. Anda bisa membuat wish list tujuan wisata yang ada #DiIndonesiaAja sambil menunggu pembukaan destinasi wisata secara bertahap, ya!

Anda juga tetap harus disiplin protokol kesehatan saat berlibur nanti, untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 serta percepatan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Hal tersebut juga sebagai bentuk dukungan yang bertepatan pada momentum Hari Pariwisata Sedunia yang jatuh pada 27 September 2021, lho!

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menyatakan Indonesia memiliki kekayaan wisata alam yang luar biasa. Menparekraf yakin bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia dapat segera bangkit. "Indonesia adalah tujuan wisata kelas satu dengan orang-orangnya yang hangat, budaya yang beragam, dan alam yang indah. Ini merupakan kekuatan yang dapat mendorong pariwisata, kestabilan politik, dan mekanisme demokratis," kata dia.

Menparekraf mengungkapkan adanya pandemi Covid-19 memperlihatkan betapa gigihnya masyarakat Indonesia, terutama pelaku ekonomi kreatif untuk berkolaborasi, berinovasi, dan disiplin mengimplementasikan aspek #InDOnesiaCARE pada sektor pariwisata di masa pandemi Covid-19 ini.

Sambil menyemarakan World Tourism Day, Anda bisa mengikuti Pesona Punya Kuis atau PUKIS yang diadakan pada hari Selasa di setiap pekan. Caranya sangat mudah! Anda tinggal follow akun Instagram @pesonaid_travel dan like unggahan PUKIS terbaru.

Kemudian, jawablah pertanyaan yang diberikan melalui kolom komentar. Jangan lupa mention tiga teman Anda untuk ikut memeriahkan kuis ini, ya! Buat Anda yang beruntung, bisa memenangkan beragam hadiah menarik, lho! Yuk, buruan ikutan!

CM

(yao)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini