Bantah PHRI Tolak Sertifikasi CHSE, Kemenparekraf: Pemberitaannya Tidak Tepat

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 29 September 2021 07:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 406 2478449 bantah-phri-tolak-sertifikasi-chse-kemenparekraf-pemberitaannya-tidak-tepat-ig17C5cjgs.JPG Ilustrasi (Foto: Kemenparekraf)

DEPUTI IV Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Fadjar Hutomo (Cak Tom) mengatakan, bahwa Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) tidak pernah menolak sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE).

"Sesuai klarifikasi dari Ketua PHRI kepada saya, pemberitaan itu tidak tepat karena PHRI tidak menolak sertifikasi CHSE," ujar Cak Tom saat dihubungi MNC Portal, Selasa, 28 September 2021.

Lebih lanjut, ia menegaskan, PHRI tidak pernah menyatakan menolak sertifikasi CHSE karena hal tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh pihak Kemenparekraf dan yang tidak tepat adalah pemberitaannya.

"Yang tidak tepat pemberitaannya," terangnya.

Sementara itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, standar protokol kesehatan yang terangkum dalam CHSE nantinya akan terintegasi ke Aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga: Ini Keuntungan Objek Wisata Bersertifikat CHSE

Sandiaga menjelaskan, bahwa CHSE merupakan salah satu strategi pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Indonesia, tepatnyakepada Para pelaku yang terkena imbas COVID-19.

"CHSE sebagai protokol untuk mengembalikan kepercayaan dan keyakinan wisatawan," ujar Sandiaga dalam Weekly Press Briefing secara virtual Senin lalu.

Kemudian sebelumnya beredar informasi, PHRI diduga menolak program yang diwajibkan itu, yakni diharuskan memiliki sertifikat CHSE.

Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani mengatakan, hal tersebut akan menambahkan beban kepada para pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif (parekraf).

"Mewakili teman-teman PHRI merasa keberatan," tuturnya dalam konferensi pers yang dilakukan secara virtual, di hari yang sama.

Ia pun menilai bahwa, sertifikasi CHSE ini bersifat insidentil untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat di masa pandemi Covid-19 dan tidak seharusnya berlaku mandatori. Kemudian uji coba pembukaan Bali pun segera dilakukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini