Monumen Pancasila Sakti dan Asal Usul Nama Lubang Buaya yang Melegenda

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 30 September 2021 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 408 2478901 monumen-pancasila-sakti-dan-asal-usul-nama-lubang-buaya-yang-melegenda-qxEi95pEab.JPG Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jaktim (Foto: Okezone.com)

SETIAP 30 September, Indonesia memperingati kejadian yang paling tragis. Peristiwa ini dikenal dengan Gerakan 30 September atau G30S/PKI. Peristiwa kelam itu harus merenggut banyak jiwa, termasuk tujuh perwira Angkatan Darat dibunuh pada 30 September 1965.

Untuk mengenang peristiwa yang mengenaskan itu dibuatlah Monumen Pancasila Sakti atau Monumen Pahlawan Revolusi dan Museum Lubang Buaya.

Lokasinya berada di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Di sini terdapat sebuah lubang yang menjadi pembuangan perwira Angkatan Darat. Tubuhnya dimaksudkan ke dalam lubang kecil, sehingga lebih dari satu orang harus menumpuk di dalamnya.

Dilansir dari berbagai sumber, Lubang Buaya pada terjadinya G30S saat itu merupakan pusat pelatihan milik Partai Komunis Indonesia (PKI).

Saat ini di tempat tersebut berdiri Lapangan Peringatan Lubang Buaya yang berisi Monumen Pancasila, sebuah museum diorama hingga sumur kecil tempat para korban dibuang.

Baca juga: Monumen Lubang Buaya, Saksi Kekejaman PKI yang Punya Aura Mencekam

Sumur Tempat Pembantaian Jenderal oleh PKI

(Foto: Okezone.com/Helmi)

Sementara itu nama Lubang Buaya sendiri berasal dari sebuah legenda yang menyatakan, bahwa ada buaya-buaya putih di sungai yang terletak di dekat kawasan Pondok Gede.

Selain itu juga terdapat rumah yang di dalamnya ketujuh pahlawan revolusi yang disiksa dan dibunuh. Di sana juga terdapat mobil yang digunakan untuk mengangkut para korban saat itu.

Selain mobil jadul, ada pula beberapa benda yang mengingatkan pada peristiwa mencekam tersebut.

Terdiri dari Museum Pengkhianatan PKI (Komunis), Sumur Tua (Lubang Buaya), Rumah Penyiksaan, Pos Komando, Dapur Umum, Museum Paseban, hingga mobil-mobil yang menjadi peninggalan Pahlawan Revolusi.

Museum Pengkhianatan (PKI) memajang kisah sejarah pemberontakan PKI yang dilengkapi dengan berbagai koleksi foto-fotonya secara berurutan, hingga tiba pada pemberontakan kedua yaitu G30S/PKI.

Selain itu, terdapat koleksi foto lain, seperti saat pengangkatan jenazah ke tujuh Pahlawan Revolusi, serta beberapa diorama pemberontakan PKI di berbagai wilayah di Indonesia.

Lebih lanjut terdapat pula rumah penyiksaan, yang mana mulanya tempat ini dijadikan sebagai sekolah. Tetapi saat tragedi tersebut berubah menjadi sebuah ruang penyiksaan kepada 7 Pahlawan Revolusi dalam menandatangi surat pernyataan mendukung komunisme di Indonesia.

Baca juga: Napak Tilas Lokasi Berdarah G30S/PKI, Kini Jadi Museum

Tak hanya itu saja, Lubang Buaya jadi tempat bersejarah yang memiliki cerita mistis yang tak lepas dari sejarah Indonesia, karena Lubang Buaya dulunya merupakan tempat pembuangan mayat korban G 30S/PKI, yang merupakan tragedi kelam di masa lampau.

Disebut Lubang Buaya menurut warga sekitar karena ada sebuah legenda yang menyebutkan ada banyak buaya putih yang hidup di dekat sungai kawasan tersebut. Karena tragedi G 30S/PKI pula kawasan Lubang Buaya konon saat malam hari kerap terlihat sosok penampakan manusia mengenakan seragam tentara dengan wajah berlumuran darah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini