Melihat Museum Ahmad Yani, Napak Tilas Tragedi G30S PKI

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Kamis 30 September 2021 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 408 2478911 melihat-museum-ahmad-yani-napak-tilas-tragedi-g30s-pki-Hl6pcrg6Jh.jpg Museum Sasmitaloka Ahmad Yani di Menteng, Jakarta Pusat (Dok Okezone.com)

RUMAH dinas pahlawan revolusi Jenderal Anumerta Ahmad Yani di Jalan Lembang Nomor 67, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat kini sudah dijadikan museum. Bangunan ini jadi saksi bisu sejarah kelam peristiwa pembantaian yang dikenal dengan Gerakan 30 September atau G30S PKI.

Ada enam jenderal dan satu kapten merenggang nyawa dibunuh pasukan Tjakrabirawa yang dituduh berafiliasi ke PKI pada malam tersebut. Mayat mereka kemudian dimasukkan ke sebuah sumur di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Baca juga: Monumen Lubang Buaya, Saksi Kekejaman PKI yang Punya Aura Mencekam

Di antara tujuh perwira Angkatan Darat yang dibunuh itu adalah Ahmad Yani. Menteri sekaligus Panglima Angkatan Darat itu dibunuh di kediamannya sendiri yang kini sudah dijadikan sebagai Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, dengan bangunan berwarna putih.

Ilustrasi

Foto di rumah Ahmad Yani (Okezone.com/Dimas)

Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan bersejarah milik Jenderal Ahmad Yani di museum ini.

Patung Jenderal Ahmad Yani

Begitu tiba di museum, Anda akan disambut oleh patung Jenderal Ahmad Yani setinggi 3 meter. Sebelumnya patung ini belum ada, barulah kemudian ditambahkan saat menjadi sebuah museum.

Terlihat patung ini terukir dengan gagah yang menggambarkan Jenderal Ahmad Yani lengkap dengan seragam AD. Patung tersebut merupakan karya seniman Soenarto PR.

Ruang tamu

Di ruangan inilah tersimpan rapi berbagai koleksi milik Jenderal Ahmad Yani semasa hidupnya. Mulai dari ratusan piagam hingga penghargaan yang pernah didapatkan olehnya. Di ruang tamu ini juga tempat Jenderal Ahmad Yani menjamu dan bercengkarama dengan para tamunya.

Baca juga: Kisah Mistis di Lubang Buaya, Penampakan Tentara hingga Teriakan Minta Tolong

Selain itu, di bagian dindingnya terdapat lukisan besar yang menunjukkan detik-detik penembakan terjadi.

Ilustrasi

Ruang tamu rumah Ahmad Yani (Okezone)

Ruang makan dan ruang tengah

Memasuki bagian ini, pengunjung bisa melihat meja makan, tempat Jenderal Ahmad Yani makan bersama keluarganya. Tak jauh dari meja makan, terdapat sebuah kursi hitam yang sering digunakan Jenderal Ahmad Yani untuk menonton siaran televisi.

Ada pula sebuah mini bar, tempat Jenderal Ahmad Yani menjamu tamu-tamu terdekatnya. Sementara di ruang tengah, tampak foto sembilan Pahlawan Revolusi yang juga gugur dalam peristiwa G30S PKI.

Tempat Jenderal Ahmad Yani ditembak

Tepat di samping kiri ruang makan, terdapat sebuah tempat yang diberi pagar pembatas secara khusus. Pada bagian lantainya, ada sebuah tulisan ‘DI SINILAH GUGURNJA PAHLAWAN DJENDERAL TNI A. YANI PADA TANGGAL 1 OKTOBER 1965 DJAM 04.35’.

Di tempat inilah Jenderal Ahmad Yani ditembak dan jatuh tersungkur. Lantai tersebut menjadi saksi bisu Jenderal Ahmad Yani gugur dan menjadi pengingat bagi pengunjung yang datang.

Bekas tembakan

Di dalam museum ini, pengunjung juga dapat melihat bekas tembakan peluru yang dilontarkan ke Jenderal Ahmad Yani. Bahkan bekas lubang-lubang tembakan itu masih tampak jelas terlihat.

 Ilustrasi

Jenderal Ahmad Yani ditembak dengan tujuh peluru, di mana lima di antaranya menembus tubuhnya. Tiga peluru mengenai lemari, dua peluru lainnya mengenai lukisan, sedangkan dua peluru lain bersarang tubuh Jenderal Ahmad Yani hingga jenazahnya ditemukan.

Ruang tidur

Menuju area ruang tidur Jenderal Ahmad Yani, pengunjung akan melihat senjata Thompson yang digunakan untuk menembak sang jenderal. Tepat di samping senjata, ada pakaian tidur terakhir yang dipakai oleh Jenderal Ahmad Yani.

Ada pula lemari kaca yang memperlihatkan seragam, sepatu, dan lencana milik Jenderal Ahmad Yani yang terpajang dengan rapi. Bahkan masih tersimpan hingga kini bedak milik istri sang jenderal.

Pengunjung juga bisa melihat lukisan berbentuk halilintar di sisi kanan atap kamar ini. Menggambarkan sebuah cerita tentang Jenderal Ahmad Yani yang diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini