Menilik Sejarah, 4 Museum Kereta Api #DiIndonesiaAja

Yaomi Suhayatmi, Jurnalis · Kamis 30 September 2021 19:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 30 25 2479484 menilik-sejarah-4-museum-kereta-api-diindonesiaaja-XjN3SIjoUE.jpg Foto: Dok.heritage.kai.co.id

Tanggal 28 September di setiap tahunnya menjadi hari istimewa untuk moda transportasi kereta api #DiIndonesiaAja. Peringatan Hari Kereta Api Nasional kerap membawa kita bernostalgia ke masa lampau, terutama bagaimana awal mula moda transportasi ini muncul di Tanah Air.

Jalur kereta api dengan pembangunan oleh Naamlooze Venootschap Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NV. NISM) dan Staatssporwegen (SS) ini menempuh rute pertamanya, yaitu Surabaya-Pasuruan-Malang pada tahun 1875 silam. Sebelumnya, telah ada juga pencangkulan pertama jalur kereta api Semarang-Vorstenlanden yang dilakukan pada tanggal 17 Juni 1864 di Desa Kemijen oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Mr. L.A.J Baron Sloet van de Beele.

Keberhasilan kereta api pertama ini lah yang membuat moda transportasi satu ini kerap mengalami perkembangan model untuk kenyamanan para penumpangnya. Untuk mengenal sejarah lainnya mengenai kereta api, Anda bisa mengunjungi museum kereta api yang ada di beberapa daerah #DiIndonesiaAja.

Tidak hanya belajar bagaimana awal mula dan perkembangan sejarah kereta api, di museum transportasi ini juga dapat melihat bentuk lama dari kereta api dengan cerita di baliknya. Moda kereta api yang estetik ini tentu bisa menjadi latar foto yang menarik, lho!

Sebelum mengunjungi museum kereta api yang tersebar di berbagai daerah yang ada #DiIndonesiaAja, jangan lupa ikuti vaksinasi terlebih dahulu yang telah digalakkan oleh Pemerintah, ya! Hal ini guna terbentuknya kekebalan tubuh untuk melawan virus Covid-19. Jangan lupa juga selalu terapkan protokol kesehatan 6M di mana pun Anda berada.

Yuk, catat dulu beberapa museum kereta api yang ada #DiIndonesiaAja untuk masuk dalam wish list Anda!

1. Graha Parahyangan, Bandung


 

(Foto: heritage.kai.co.id)

Berlokasi di Jalan Dayang Sumbi No.10, Bandung, Provinsi Jawa Barat, Graha Parahyangan menjadi salah satu museum kereta api yang wajib dikunjungi. Pasalnya, di museum satu ini Anda bisa menemukan benda-benda kuno yang berhubungan dengan perkeretaapian Indonesia. Seperti mesin pencetak tiket yang telah digunakan selama lebih dari 100 tahun, lalu ada juga mesin untuk mencetak tanggal karcis, serta alat hitung odhever yang digunakan oleh bendahara stasiun di masa lampau.

Tidak hanya itu, keseruan lainnya saat mengunjungi Graha Parahyangan ialah Anda dapat melihat foto-foto kereta api di masa lampau dan miniatur kereta apinya. Bentuk bangunan museum yang identik dengan bangunan Belanda pun semakin memperkuat nuansa masa lampau.

Baca Juga: Dear Traveler, Naik Pesawat dan KA Tak Perlu Aplikasi PeduliLindungi Mulai Oktober

2. Lawang Sewu, Semarang

(Foto: Instagram/@cs_riyanto)

Lawang Sewu merupakan bangunan kuno yang tersohor dengan seribu pintu dan menjadi salah satu destinasi wisata andalan yang berlokasi di Komplek Tugu Muda, Jalan Pemuda, Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pesona bangunan yang unik dan cerita sejarah yang kental menjadikan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang datang ke Lawang Sewu.

Tidak hanya itu, tempat ini juga memiliki berbagai koleksi mengenai sejarah perkeretaapian yang ada #DiIndonesiaAja, lho! Hal ini dikarenakan, pada zaman dahulu Lawang Sewu merupakan bangunan yang diperuntukkan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) di masa Belanda. Oleh karena itu, Lawang Sewu juga memiliki replika lokomotif uap.

Koleksi terkait kereta api di gedung yang mulai dibangun sejak 1904 ini juga beragam, di antaranya peta lajur kereta api di Pulau Jawa pada zaman dulu, foto-foto kereta api di masa Belanda, mesin hitung, mesin ketik, dan buku-buku mengenai kereta api. Keseruan menjelajah Lawang Sewu pun semakin lengkap dengan menambah pengetahuan mengenai sejarah kereta api, ya!

3. Museum Kereta Api Ambarawa, Semarang

(Foto: Instagram/@ambarawa_railways)

Museum Kereta Api Ambarawa ini juga dikenal sebagai Museum Kereta Api Indonesia (Indonesian Railway Museum) merupakan stasiun dari NISM yang diresmikan pada tahun 1873, bersamaan dengan adanya pembukaan lintas Kedungjati-Ambarawa. Pengoperasian Stasiun Ambarawa pun terus dilakukan hingga tahun 1976 yang akhirnya dinon-aktifkan dan kini beralih fungsi sebagai Museum Kereta Api Ambarawa.

Museum Kereta Api Ambarawa masih menyimpan banyak koleksi barang kuno, lho! Bahkan, di saat peresmiannya, masih terdapat mesin kuno yang dapat digunakan. Tidak hanya itu, museum yang berlokasi di Jl. Stasiun No.1 Panjang Kidul, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, ini juga masih terdapat 26 lokomotif uap, 4 lokomotif diesel, 5 kereta, dan enam gerbong.

Selain melihat koleksinya, di museum ini Anda juga berkesempatan untuk merasakan sensasi menaiki lokomotif uap atau kereta diesel vintage dengan rute pulang pergi dari Ambarawa-Jambu-Bedono yang juga melewati rel bergerigi satu-satunya yang masih aktif di Indonesia. Bagi wisatawan yang ingin mencobanya dapat berkunjung di akhir pekan atau tanggal merah dengan membeli tiket seharga Rp50 ribu.

4. Museum Kereta Api Bondowoso

(Foto: Instagram/@bondowoso_explore)

Dibangun sejak 1893, Stasiun Bondowoso yang diresmikan pada tanggal 1 Oktober 1897 oleh Staatssporwegen (SS) bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api Jember-Kalisat-Bondowoso-Panarukan ini telah beralih fungsi sebagai Museum Kereta Api Bondowoso tepat pada 17 Agustus 2016 lalu.

Di Museum Kereta Api Bondowoso yang berlokasi di Kademangan, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur, ini Anda dapat melihat ‘gerbong maut’ yang menjadi gerbong bersejarah. Pasalnya, di gerbong tersebut terdapat kejadian yang menggugurkan 100 pahlawan saat proses pemindahannya. Di mana, terdapat tiga gerbong dengan masing-masing diisi 30 orang yang begitu padat saat itu. Ditambah dengan cuaca yang panas dan udara yang menipis, membuat para pejuang gugur di dalam gerbong tersebut.

Selain itu, di museum kereta api yang berlokasi di Kademangan, Bondowoso, ini juga terdapat berbagai koleksi perkeretaapian yang ada #DiIndonesiaAja. Anda dapat mengunjungi Museum Kereta Api Bondowoso mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB setiap harinya.

Museum kereta api memang memiliki daya tarik tersendiri dengan cerita dan benda-benda kuno bersejarahnya. Namun, jika Anda ingin berkunjung, pastikan lokasi yang dituju sudah dalam status PPKM dengan level rendah. Jika masih ingin #DiRumahAja, tak ada salahnya jika #BeliKreatifLokal miniatur kereta api secara online melalui e-commerce kesayangan yang ada di gadget Anda.

Sandiaga Uno pun berharap jika museum bisa mengangkat citranya melalui platform media sosial yang diucapkannya dalam sebuah kesempatan. Dengan begitu kunjungan wisata ke museum pun dapat meningkat.

"Saya lihat museum bisa menumbuhkan rasa ingin tahu seseorang. Jadi alangkah baiknya mengangkat kembali citra museum melalui platform sosial media. Karena saya rasa sosial media bisa menjadi medium yang sangat efektif untuk berpromosi," ucap Sandiaga Uno dalam sebuah kesempatan.

Agar kita bisa kembali mengunjungi destinasi wisata yang ada #DiIndonesiaAja, jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 6M dan melakukan vaksinasi guna membentuk kekebalan tubuh untuk melawan virus Covid-19. Selama menanti destinasi wisata tujuan Anda kembali dibuka, cek dulu indahnya pesona pariwisata di Indonesia dengan follow akun Instagram @pesonaid_travel sebagai referensi untuk menambah bucket list Anda.

Selain itu, ikuti pula PUKIS atau Pesona Punya Kuis yang diadakan pada hari Selasa di setiap pekannya. Cara ikutannya pun mudah, lho! Pertama, Anda dapat mem-follow akun Instagram @pesonaid_travel dan like unggahan PUKIS terbaru. Lalu jawab pertanyaan yang diberikan melalui kolom komentar. Mention juga tiga teman Anda untuk memeriahkan kuis ini.

Akan ada beragam hadiah menarik untuk para pemenang. Jangan sampai ketinggalan, ya!

CM

(yao)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini