Padukan Wisata Bahari dan Budaya, Pangkep Lestarikan Tradisi Mandi Safar

Antara, Jurnalis · Kamis 30 September 2021 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 30 406 2479054 padukan-wisata-bahari-dan-budaya-pangkep-lestarikan-tradisi-mandi-safar-rJBbqDMkZE.JPG Pulau Camba-cambang di Pangkep, Sulsel (Foto: Instagram/@cambacambangisland)

KABUPATEN Pangkep, Sulawesi Selatan terus mengembangkan wisata bahari dengan memadukan unsur budaya yang masih terjaga di kalangan masyarakat. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pangkep, Ahmad Djamaan.

Menurutnya, Kabupaten Pangkep adalah satu kabupaten dari 24 kabupaten/kota di Sulsel yang terbanyak pulaunya yakni 117 pulau. Dari jumlah tersebut 80 pulau berpenghuni yang tersebar dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Tupabiring, Kecamatan Liukang Kalmas dan Liukang Tangayya.

Salah satu yang menjadi andalan wisata bahari yakni Pulau Camba-Cambang yang masuk di wilayah Kecamatan Liukang Tupabiring Utara.

Baca juga: Sandiaga Uno Ajukan Geopark Maros Pangkep ke UNESCO

Lokasi tersebut sudah dikembangkan dalam lima tahun terakhir, sehingga pulau yang semula tidak berpenghuni ini sudah memiliki sejumlah fasilitas seperti penginapan, gazebo, kantin, taman permainan anak dan permandian pasir putih.

Ritual Mandi Safar

(Foto: Instagram/@jhanagadri)

"Jumlah pengunjung meningkat pada bulan Safar, karena ada tradisi mandi-mandi Safar dan hingga saat ini masih terjaga," kata Kepala Desa Mattiro Baji, H Muslimin di Kecamatan Tupabiring Utara, Kabupaten Pangkep.

Menurut dia, setiap hari Rabu pada bulan Safar penanggalan Islam, Pulau Camba-Cambang ramai dikunjungi oleh warga dari pulau-pulau sekitar dan juga dari daratan.

Hal itu dibenarkan salah seorang pengujung di Pulau Camba-Cambang, Ika bersama adiknya Andika dari Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep.

Menurutnya, tempat ini sangat cocok untuk berekreasi bersama keluarga atau teman, karena selain lokasinya hanya 15 menit dari dermaga di Labbakkang dan cukup mengeluarkan uang Rp30 ribu untuk transportasi kapal motor kayu yang dikenal dengan nama perahu jolloro.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini