Ingat Ya, Pelaku Pariwisata Harus Kuasai Bahasa Asing Biar Enggak Malu-maluin

Antara, Jurnalis · Jum'at 01 Oktober 2021 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 01 406 2479602 ingat-ya-pelaku-pariwisata-harus-kuasai-bahasa-asing-biar-enggak-malu-maluin-j6RiyOsLnj.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berharap pelaku pariwisata tetap bersemangat meningkatkan keterampilan, termasuk soal bahasa, di masa pandemi sehingga bisa lebih siap menyambut para wisatawan mancanegara ke depannya.

"Kami berharap pelaku SDM pariwisata tetap memiliki semangat untuk tetap meningkatkan kemampuan keterampilan, salah satunya yang mendasar adalah bahasa," kata Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Regional II, Kemenparekraf, Reza Rahmana Kaloka, dalam sebuah webinar, Kamis kemarin.

Ia menegaskan, pentingnya keahlian bahasa asing untuk para pelaku pariwisata karena mereka harus berinteraksi langsung dan memberikan pelayanan terhadap wisatawan dari berbagai negara. Pihaknya menyambut kerjasama dari berbagai pihak dalam memberikan pelatihan bahasa demi memulihkan pariwisata.

"Ujung-ujungnya bisa meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia," tutur Reza.

Baca juga: Cara Pemandu Wisata Bertahan di Tengah Gempuran Corona

Platform pembelajaran daring Cakap memberikan pelatihan bahasa Inggris kepada lebih dari 70.000 sumber daya manusia di sektor pariwisata dan perhotelan di Indonesia lewat kerjasama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

Cakap telah berkolaborasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) melalui program pelatihan bahasa Inggris serta pelatihan keterampilan hospitality agar kemampuan SDM sesuai dengan standard internasional yang akan bermanfaat ketika pemerintah memutuskan untuk kembali membuka perbatasan untuk wisatawan mancanegara.

Sementara itu, kerjasama dengan Kemenparekraf berupa kursus bahasa Inggris agar pelaku pariwisata bisa berkomunikasi dan memberikan pelayanan optimal.

Kemenparekraf dan Cakap juga memberi pelatihan bahasa Inggris untuk pegiat ekonomi kreatif dari Destinasi Super Prioritas dan kabupaten/kota kreatif. Mereka dibekali kemampuan bahasa Inggris agar mampu menjual produk ke luar negeri atau wisatawan mancanegara.

Budi Aris Letluhur, salah satu peserta program pelatihan, mengungkapkan peran penting pelatihan dalam membangun kapasitas dirinya sebagai pemandu wisata di Maluku.

“Dengan semakin dikenalnya Pulai Kei baik di dalam dan luar negeri, kebutuhan para tour guide untuk berkomunikasi dengan baik semakin menjadi tuntutan. Dan program-program seperti ini menjadi langkah strategis buat kami para pelaku sektor pariwisata di Maluku dan sekitarnya untuk bersiap memulihkan sektor pariwisata”, kata Budi.

Baca juga: Pemandu Wisata Perlu Beri Pemahaman ke Penyelam agar Tak Merusak Terumbu Karang

Ketua Bidang Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) PHRI, Alexander Nayoan menambahkan, bukan hanya bahasa Inggris yang menjadi prioritas dalam pengembangan keahlian berbahasa asing. Sebab, ketika perbatasan Indonesia telah dibuka untuk wisatawan asing, belum tentu mereka yang datang pasti berasal dari Eropa.

"Mungkin dari Timur Tengah, bahasa Arab, India atau China daratan," kata Alex.

Ia pun menekankan pentingnya keterampilan berbahasa asing untuk pelaku pariwisata yang nantinya bisa berujung kepada naiknya pendapatan. Kemudahan berkomunikasi memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang pada akhirnya bisa mengeluarkan lebih banyak uang selama berwisata.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini