2 Tahun Ditutup, Kapal Pelni Kembali Berlayar dari Pelabuhan Sri Bayintan Kijang

Antara, Jurnalis · Sabtu 02 Oktober 2021 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 01 406 2479769 2-tahun-ditutup-kapal-pelni-kembali-berlayar-dari-pelabuhan-sri-bayintan-kijang-ugBGJ7Di3i.JPG Kapal Pelni (Foto: Instagram/@pelni162)

PT PELNI Cabang Tanjungpinang beroperasi kembali melayani penumpang seiring dibukanya operasional Pelabuhan Sri Bayintan Kijang di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, setelah sekitar dua tahun ditutup akibat pandemi Covid-19.

Beroperasinya Pelabuhan Sri Bayintan Kijang ditandai dengan Surat Keputusan Plt Bupati Bintan Robby Kurniawan tertanggal 23 September 2021.

"Alhamdulillah, kami menyambut baik keputusan Bupati Bintan. Memang ini yang ditunggu-tunggu masyarakat, khususnya penumpang Pelni," kata Kepala Operasional Pelni Cabang Tanjungpinang, Suharto, Jumat, 1 Oktober 2021.

Menurut Suharto, Pelni sudah menyiapkan pelayaran perdana menggunakan kapal KM Umsini pada 6 Oktober 2021, dengan rute Kijang-Tanjung Priok-Surabaya-Makassar-Maumere-Larantuka-Lawoleba-Kupang. "Kapal pulang pergi dari Kijang ke Kupang," ucapnya.

Baca juga: Pelni Siapkan Kapal Penumpang dengan Syarat Tertentu Jelang Lebaran

Sesuai surat edaran Pemkab Bintan, katanya, calon penumpang Pelni harus mematuhi protokol kesehatan keberangkatan, antara lain wajib tes usap antigen/PCR, sudah divaksin, dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Pada aplikasi PeduliLindungi, lanjut dia, dapat dideteksi apakah calon penumpang sudah dites usap antigen/PCR dan divaksin atau belum. Kalau belum, calon penumpang tidak diperkenankan berangkat.

"Kami terus sosialisasikan ini melalui media sosial, media massa, serta kepada calon penumpang saat membeli tiket di loket kantor Pelni," ungkap Suharto.

Sementara itu, dibukanya pelayanan penumpang di Pelabuhan Sri Bayintan Kijang disambut antusias oleh pedagang kecil yang biasa berjualan di sekitar area pelabuhan tersebut.

Maklum saja, dua tahun pelabuhan itu ditutup imbas pandemi Covid-19, yang membuat para pedagang tidak bisa berjualan dan hasilnya tidak ada pemasukan sama sekali.

"Sudah tak sabar menyambut pelayaran perdana kapal Pelni. Biar bisa jualan dan ada pemasukan buat memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata seorang pedagang kuliner, Lis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini