Wow! Elang Purba Berusia 25 Juta Tahun Ungkap Cara Predator Bertahan Hidup

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Sabtu 02 Oktober 2021 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 02 406 2480183 wow-elang-purba-berusia-25-juta-tahun-ungkap-cara-predator-bertahan-hidup-BwISdGsPAZ.jpg Ilustrasi elang yang mampu bertahan dengan berburu mangsa di hutan (J Blockland/Flinders University via BBC)

PARA peneliti di Australia mengatakan mereka telah mengungkap fosil elang berusia 25 juta tahun. Ini merupakan jenis elang yang tidak diketahui sebelumnya.

Puluhan tulang belulang elang ini ditemukan di sebuah danau yang sudah mengering pada 2016. Tim penelitinya berasal dari Universitas Adelaide.

Elang ini dinamakan Archaehierax sylvestris yang artinya "Elang Purba yang dimiliki oleh hutan".

Baca juga: 9 Burung Predator Penghuni Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Para peneliti meyakini predator purba itu bertahan hidup dengan memangsa burung-burung, posum, dan koala. Caranya dengan menukik ke arah mangsanya.

Mereka mengatakan elang ini telah beradaptasi untuk memburu, dan terbang di dalam hutan, dengan sayap pendek yang kuat, kaki yang panjang, dan rentang kaki yang lebar.

Temuan fosil burung elang ini berasal dari situs arkeologi di Danau Pinpa, danau kering yang asin di gurun sebelah selatan Australia. Tempat ini dulunya diyakini sebagai hutan hujan yang lebat.

Baca juga: Pesona Pulau Kotok, Surga Kecil Elang Bondol di Kepulauan Seribu

Kawasan ini merupakan situs yang menjadi harta karun bagi ahli paleontologi dalam menemukan fosil, tapi sejauh ini sisa dari spesies pemangsa seperti elang dan rajawali sulit untuk ditemukan.

Elang hidup ketika iklim tidak kering

Profesor Trevor Worthy mengatakan ini merupakan hal yang "jarang ditemukan bahkan satu tulang dari fosil elang" karena jumlahnya sedikit pada saat itu.

"Punya banyak tulang-tulangnya merupakan hal yang sangat menarik; khususnya melihat dari segi usianya," katanya dalam keterangan pers.

Elang ini diyakini hidup pada periode Oligoncene, di mana iklim saat itu mampu membentuk hutan hujan, dan tidak kering dari periode sebelumnya.

Para peneliti menggambarkan 63 tulang belulang dari elang yang ditemukan ini sebagai "kerangka parsial yang luar biasa". Penelitian ini dipublikasi dalam jurnal Historical Biology pada Senin (27/09).

Ilustrasi

Ellen Mather, seorang penulis dari penelitian itu mengatakan Archaehierax sylvestris memiliki fitur yang unik, tidak didapati dari elang dan rajawali modern.

Para peneliti mengatakan sepesies ini memiliki rentang kaki hampir 15 cm, memungkinkannya untuk menyergap mangsa seperti masupial, bebek, dan flamingo

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini