Ya Ampun! Kawasan Wisata Senggigi Gelap Gulita, Pedagang Terpaksa Pakai Senter

Antara, Jurnalis · Senin 04 Oktober 2021 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 03 406 2480665 ya-ampun-kawasan-wisata-senggigi-gelap-gulita-pedagang-terpaksa-pakai-senter-DdKXmSVOtk.JPG Kawasan wisata Pantai Senggigi, Lombok gelap gulita (Foto: Antara)

JALANAN umum di kawasan objek wisata Pantai Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) gelap gulita sejak sepekan lalu dan belum diatasi pemerintah daerah setempat. Padahal warga sudah lama menyampaikan keluhan tersebut.

Padamnya PJU tersebut dapat terasa sejak dari jalan di kawasan Pantai Krandangan sampai jalan kawasan Pantai Senggigi.

Kawasan Senggigi diperkirakan menjadi salah satu lokasi yang akan dikunjungi para penggila otomotif baik domestik maupun mancanegara, mengingat banyaknya hotel di objek wisata tersebut.

Akibat padamnya lampu itu, mengganggu aktivitas masyarakat setempat termasuk wisatawan domestik. Para pengguna kendaraan harus berhati-hati saat melintasi ruas jalan tersebut.

Baca juga: Punya Sejuta Pesona, Jangan Lupakan Pantai Senggigi "Si Cantik" Pulau Lombok

Termasuk memengaruhi pengunjung pedagang kaki lima (PKL) Sate Bulayak yang banyak di tepi jalan. Para pedagang terpaksa menggunakan lampu senter untuk menerangi lapaknya.

"Sudah sepekan PJU mati, saya terpaksa menggunakan lampu sendiri," kata Aminah, pedagang Sate Bulayak dan kelapa muda.

Ia mengaku beruntung punya lampu alternatif, namun bagi yang tidak punya terpaksa bergelap-gelapan. "Bagaimana pembeli bisa lihat dagangan kami, kalau gelap seperti ini," katanya.

Biasanya pada malam minggu, akan banyak wisatawan lokal makan bersama keluarga di lokasi tersebut sembari menikmati semilir angin laut dan melihat bulan.

Kepala Desa Senggigi, Mastur, menyesalkan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Kadis Perkim) Lombok Barat yang sampai sekarang tidak respons atas keluhan warga.

"Saya sudah japri melalui WA kepada Kadis Perkim Lobar, tapi sampai sekarang tak ada tanggapan sama sekali," katanya sembari menunjukkan pesan WA kepada Kadis Perkim Lobar.

Ia menegaskan dirinya selaku kepala desa dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sama-sama bertanggung jawab terhadap warga.

Jadi, kata dia, dirinya harus menyampaikan keluhan itu kepada pemerintah daerah setempat. "Ingat, dari bayar rekening listrik warga itu, 10 persen untuk penerangan jalan," ujar Mastur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini