Travel Bubble Indonesia-Singapura Tak Jelas, Lagoi Bidik Wisatawan Domestik

Antara, Jurnalis · Rabu 06 Oktober 2021 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 06 406 2481885 travel-bubble-indonesia-singapura-tak-jelas-lagoi-bidik-wisatawan-domestik-vi5qSmTiXR.JPG Kawasan wisata Lagoi di Pulau Bintan, Kepri (Foto: Kemenparekraf)

KAWASAN wisata Lagoi di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) mulai gencar menyasar pasar domestik di tengah ketidakpastian wacana travel bubble antara Indonesia dan Singapura.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Tanjungpinang-Bintan, Sapril Sembiring mengatakan, Singapura sebagai pasar utama wisata di Kepulauan Riau (Kepri) mengalami peningkatan kasus Covid-19 sehingga wacana membuat koridor atau gelembung perjalanan (travel bubble) dengan negara kota itu belum jelas.

Sapril menyatakan, pariwisata harus berkelanjutan di tengah pandemi Covid-19 saat ini. "Kita fokus menyasar pasar domestik saja dulu," kata dia.

Menurutnya, hal itu bisa dimulai dengan menyasar wisatawan di Batam dan Tanjungpinang, kemudian Jakarta.

"Jika memungkinkan, syarat tes antigen atau PCR ditiadakan dan diganti dengan bukti vaksinasi lengkap lewat aplikasi PeduliLindungi," sebutnya.

Baca juga: Lagoi dan Batam Terbuka bagi Turis Singapura Mulai Oktober, Ini Syaratnya

Lagoi, Bintan

(Foto: Antara)

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad sebelumnya mengaku sudah menyurati Kemendagri dan BNPB Pusat untuk meminta dispensasi bagi pelaku perjalanan lintas provinsi agar tidak perlu lagi memakai tes PCR, melainkan cukup dengan tes antigen.

"Mudah-mudahan usulan kita disetujui, agar wisatawan domestik ramai-ramai datang ke Kepri. Apalagi daerah ini sudah di PPKM level satu," kata Ansar.

Sapril menambahkan, pariwisata mampu membuka lapangan kerja, menghidupi pelaku usaha kecil menengah dan memberikan kontribusi pada pendapatan asli daerah di Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

"Saya rasa kita harus fokus dan kerja keras untuk bersama-sama keluar dari situasi sulit ini, kembali bangkit dengan tetap terus mematuhi protokol kesehatan dalam menjalankan industri pariwisata ini," tuturnya.

Dampak pandemi Covid-19 diakuinya sangat terasa bagi pelaku pariwisata karena pembatasan pergerakan menyebabkan turunnya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

Hingga saat ini kawasan wisata Lagoi yang terkenal dengan keindahan alam dan pantainya itu belum bisa menerima kunjungan wisatawan asing melalui pintu masuk Bandar Bentan Telani di Kabupaten Bintan.

"Kondisi ini jangan sampai menyurutkan semangat pelaku pariwisata. Harus ada terobosan baru buat menarik minat kunjungan wisatawan domestik," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini