Viral Pengalaman Buruk Naik Pesawat First Class, AC Bocor hingga Dikasih Makanan Basi

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Kamis 07 Oktober 2021 04:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 06 406 2482122 viral-pengalaman-buruk-naik-pesawat-first-class-ac-bocor-hingga-dikasih-makanan-basi-PEsqd4gy3h.JPG Penumpang pesawat first class (Foto: Reuters)

SEORANG penumpang pesawat first class menyarankan para pelancong lain untuk memilih terbang dengan maskapai lain.

Hal ini lantaran dirinya mendapat pengalaman yang buruk dalam penerbangan British Airways seharga 4.000 pound atau setara Rp77 juta dengan keadaan yang "mengerikan".

Jarvis Marcos (37) tengah melakukan perjalanan first class dari Meksiko ke London bersama kekasihnya, Kamara Harding (33). Ia dikejutkan ketika mengalami standar yang sangat buruk, seperti cairan lengket di atas meja nampan dan tetesan air AC.

Marcos yang tidak terkesan menyebut perjalanan 11 jam itu sebagai pengalaman terburuk yang pernah dialaminya di pesawat setelah dirinya naik pesawat tersebut pada Agustus lalu.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun TikTok miliknya, Marcos membagikan pengalamannya dan mengejek maskapai itu, serta membandingkan kebocoran AC dengan pancuran di dalam pesawat Emirates.

Pernyataan Marcos adalah yang terbaru dalam rangkaian bencana penerbangan yang meningkat untuk British Airways.

Baca juga: Aneh tapi Nyata, Pesawat Nyangkut di Bawah Jembatan Penyeberangan, Kok Bisa?

Infografis Maskapai dengan Sajian Makanan Terbaik

Menyusul pemutusan hubungan kerja yang melonjak, bencana TI yang terkenal, dan masalah teknis di atas penerbangan dalam beberapa tahun terakhir sejak merger dengan maskapai Spanyol Iberia pada tahun 2011.

Tahun lalu, British Airways yang pernah menyebut dirinya sebagai maskapai penerbangan favorit dunia, mengurangi tenaga kerjanya hingga lebih dari 8.000 orang dan menawarkan beberapa karyawan potongan gaji 50 persen agar tetap terdaftar.

Baca juga: Merokok Dilarang tapi Ada Asbak di Pesawat, TikToker Ini Ungkap Alasannya

Maskapai ini terkenal dilanda kegagalan TI yang tinggi pada 2017 dan 2019, merugikan perusahaan jutaan dolar dan membuat ribuan penumpang marah.

Secara internal, maskapai telah digugat atas tuduhan diskriminasi seksual dan mendisiplinkan staf dengan PTSD. British Airways semakin ternoda ketika terungkap pada 2019 bahwa lima pilotnya menggunakan bahasa rasis dalam email.

Di tengah meningkatnya kemarahan penumpang, maskapai itu mengumumkan pada bulan Agustus mereka akan menghapus troli minuman yang biasa ditawarkan kepada penumpang dalam penerbangan jarak jauh.

Alih-alih memaksa penumpang untuk membeli minuman melalui aplikasi sebagai gantinya. Pemilik maskapai, IAG, membukukan kerugian tahunan yang memecahkan rekor lebih dari 6,8 miliar pound di tahun ini karena pandemi.

Marcos yang melakukan perjalanan lebih dari 100.000 mil per tahun, menjalankan situs web ulasan perjalanan mewah dan agen perjalanan, dan mengulas pesawat serta hotel kelas satu atau bisnis.

Namun, pelancong mewah itu merasa jijik dengan makanan dalam penerbangan yang basi dan terlalu matang, serta kursi yang kotor. Marcos menyebut ini hal yang tidak dapat diterima setelah pandemi Covid-19.

Selain itu, kerangka logam kursinya terlihat melalui bantalan dan tidak dapat direbahkan sepenuhnya ke tempat tidur karena kerusakan yang nyata.

Marcos saat naik pesawat first class British Airways

(Foto: The Luxury Travel)

Baca juga: Dipakai Melamar Kekasih, Pesawat Bawa Spanduk 'Maukah Menikah denganku' Malah Jatuh

Perjalanan itu menelan biaya sekitar Rp77 juta dan Marcos terkejut ketika maskapai menawarkan ia dan pacarnya 150 pound atau Rp2,9 juta dalam bentuk e-voucher, dan mengklaim mereka telah menangani situasi itu secara adil dan tepat, tanpa menawarkan kompensasi tambahan.

Di media sosial, Marcos menyandingkan video British Airways dengan cuplikan perjalanan first class Emirates untuk menunjukkan perbedaan kualitas, termasuk botol sampanye Dom Perignon dan kaviar.

Sebagai hasil dari pengalamannya, Marcos menyarankan orang lain untuk terbang menggunakan first class dengan maskapai yang berbeda.

British Airways meminta maaf dan mengatakan pesawat mereka menjalani perawatan rutin dan tengah menyelidiki mengapa pengalaman Marcos itu tidak mencapai standar tinggi yang biasa mereka lakukan.

“Ada gouges besar yang hilang dari kursi itu sendiri dan di sekitar kursi. Potongan-potongan kulit telah dicungkil sampai-sampai kerangka logam kursi bisa dilihat di bawahnya. Lalu kursi juga tidak sepenuhnya bersandar ke tempat tidur, meskipun faktanya diiklankan sebagai bagian dari layanan, karena mekanisme kursinya rusak,” beber Marcos, dikutip dari Dailymail.

“'Ada remah-remah di lubang penyimpanan dan goresan cairan lengket di meja nampan yang telah mengering dan tidak dibersihkan. AC di atas kursi pacar saya bocor dan meneteskan air ke tubuhnya yang juga sangat tidak dapat diterima selama Covid, karena itulah yang menyaring udara,” tambahnya.

Setelah membagikan video tentang pengalamannya, Marcos mengatakan dia menerima pesan dari sesama pelancong first class dan teman-teman yang mengaku memiliki masalah serupa dengan penerbangan British Airways.

Baca juga: Viral, TikToker Bagikan Trik Rahasia Cara Cegah Bayar Bagasi Ekstra di Pesawat

Makanan Basi Pesawat First Class

(Foto: TikTok)

“Saya sangat menyarankan untuk tidak memilih BA sebagai maskapai penerbangan Anda untuk pengalaman sekali seumur hidup, kecuali Anda ingin pengalaman sekali seumur hidup menjadi pengalaman terburuk yang pernah Anda alami di pesawat,” kata Marcos.

British Airways mengatakan kesehatan dan keselamatan penumpang mereka adalah prioritas pertama. Pesawat mereka menjalani perawatan secara teratur dengan investasi sebesar 6,5 miliar pound atau lebih Rp126 miliar untuk armada, produk kabin dalam penerbangan, dan masakan mereka.

"Kami telah meminta maaf kepada Tuan Marcos dan sedang menyelidiki apa yang salah, karena pengalamannya jelas tidak mencapai standar tinggi kami yang biasa pada kesempatan ini," kata juru bicara British Airways menanggapi keluhan Marcos.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini