Sandiaga Uno Kaji Pola Perjalanan Wisata Borobudur-Liyangan

Antara, Jurnalis · Kamis 07 Oktober 2021 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 406 2482513 sandiaga-uno-kaji-pola-perjalanan-wisata-borobudur-liyangan-XeK1H3Ru5r.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Instagram/@sandiuno)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno tertarik membangun pola perjalanan wisata Borobudur-Situs Liyangan di lereng Gunung Sindoro, di Dusun Liyangan, Desa Purbosari, Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

"Kebetulan Borobudur adalah satu dari lima destinasi super prioritas dan kami lagi membangun pola perjalanan dan kalau nanti ceritanya bahwa Liyangan ini 'mbah buyutnya' Borobudur ini menarik sekali," kata Sandiaga di Temanggung, Rabu malam.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam acara Rembug Santai Bersama Pelaku Wisata di Pendopo eks-Kewedanan Parakan, Kabupaten Temanggung.

"Menurut saya nanti harus duduk bersama dan mencari event apa yang tepat, karena tadi dalam laporan Bupati Temanggung disampaikan ada festival dan banyak pelaku seni di Temanggung ini," tuturnya.

Menurut dia, ini merupakan semangat baru untuk kebangkitan dan Temanggung mempunyai produk-produk ekonomi kreatif seperti kopi, kuliner, dan pemandangan yang luar biasa.

Baca juga: Borobudur Highland, Pariwisata Terpadu yang Harus Sejahterakan Masyarakat

Infografis Borobudur

"Ada juga objek wisata Gunung Wuluh yang mempunyai cerita sangat magical," katanya.

Ia meminta semua pihak melakukan 3G, yaitu gerak cepat, gerak bersama, dan garap semua potensi karena Temanggung merupakan daerah penyangga Borobudur yang merupakan destinasi super prioritas.

"Kalau ada paket Liyangan itu luar biasa. Ini sangat menarik dan saya akan mempromosikan wisata di Kabupaten Temanggung ini," katanya.

Sandiaga menyampaikan, pelaku parekraf khususnya kuliner, kriya, dan fesyen ini bisa melakukan peningkatan dan di tengah-tengah sulitnya dapat lapangan kerja sekarang, parekraf enam kali lipat lebih mampu untuk menciptakan peluang usaha, apalagi di tengah kebangkitan pascapandemi.

Sementara, Bupati Temanggung, M Al Khadziq mengatakan, di Kabupaten Temanggung sejak abad 2 Masehi sudah ada peradaban, yaitu dengan ditemukannya Situs Liyangan. Di Kabupaten Temanggung terdapat sekitar 1.750 kelompok kesenian dari 60 jenis kesenian.

Kabupaten Temanggung memiliki 92 destinasi yang sudah terdaftar, di mana sekitar 20 destinasi yang aktif, kebanyakan destinasi desa wisata.

"Ada 20 desa wisata tetapi kebanyakan masih berupa wisata desa maka masih perlu pembinaan agar desa wisata ini menjadi lebih bagus lagi," kata Khadziq.

Menurut dia, Temanggung juga potensial untuk sport tourism, khususnya olahraga-olahraga yang terkait dengan gunung, bisa dalam sepeda downhill, motor cross, dan offroad.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini