Ritual Mandi Safar Jadi Wisata Budaya Andalan di Gorontalo Utara, Apa Menariknya?

Antara, Jurnalis · Sabtu 09 Oktober 2021 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 406 2483342 ritual-mandi-safar-jadi-wisata-budaya-andalan-di-gorontalo-utara-apa-menariknya-YUIRATPa3m.JPG Bupati Gorontalo Utara mengikuti ritual mandi safar (Foto: Antara)

BUPATI Gorontalo Utara, Indra Yasin di Gorontalo menyebut bahwa ritual mandi Safar menjadi andalan wisata budaya di daerah itu.

Mandi Safar kata dia, rutin diselenggarakan satu tahun sekali dan selalu dinanti masyarakat lokal maupun dari luar daerah untuk menyaksikannya, bahkan ikut mandi bersama di sungai maupun pantai.

Pemerintah daerah rutin menggelar mandi Safar juga untuk menolak bencana (tolak bala). Sebelum ritual mandi digelar, masyarakat dipimpin imam, dihadiri tokoh adat, pejabat pemerintah, dan doa bersama.

Doa untuk meminta pertolongan Tuhan dalam artian agar seluruh bencana, baik yang menimpa tumbuh-tumbuhan, menyerang hewan, manusia, tidak akan terjadi.

Tahun ini, pelaksanaannya menyesuaikan kondisi di masa pandemi Covid-19, namun tetap dipusatkan di Sungai Andagile, Desa Buata, Kecamatan Atinggola.

Di tengah lesunya kunjungan pariwisata, ritual mandi Safar yang tetap dipertahankan ini, kata Indra, diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan ke daerah itu.

Baca juga: 5 Tempat Wisata Memukau di Gorontalo yang Selalu Ramai Pelancong

Pemerintah daerah terus meningkatkan infrastruktur untuk menunjang atraksi wisata budaya itu, seperti pembangunan jalan ke lokasi wisata di sepanjang Desa Buata dan Posono serta membangun tanggul pengaman di sepanjang Sungai Andagile.

"Alhamdulillah kami mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan Balai Sungai wilayah Sulawesi untuk mewujudkan pembangunan tanggul pengaman tersebut. Harapannya agar setiap orang yang datang berkunjung merasa aman, nyaman dan menikmati pesona wisata di sepanjang Sungai Andagile," ucapnya.

Mandi Safar juga digelar masyarakat di Desa Buloila dan Hutokalo, Kecamatan Sumalata. Camat Sumalata, Osna Haluti mengatakan, masyarakat berlomba-lomba memertahankan budaya tersebut.

"Alhamdulillah pemerintah daerah mendukung, sehingga kearifan lokal ini bisa terselenggara untuk menarik kunjungan wisata di wilayah barat ini," katanya.

Pemerintah kecamatan, kata Osna, berinovasi menjawab keinginan masyarakat agar budaya tersebut dapat lestari di tengah upaya meningkatkan promosi wisata bahari yang diperjuangkan pemerintah desa di sepanjang wilayah pesisir itu, sebab di sepanjang pesisir pantai pasir putih itu cukup indah.

"Pekerjaan rumah (PR) kami adalah membangun kebersamaan untuk mengembangkan objek wisata bahari ini. Kita berupaya dan berinovasi untuk mempopulerkan objek wisata ini, selain membuat perencanaan strategis dalam mengembangkan potensi pariwisata di daerah ini," tuturnya.

Ia mengaku terus memacu semangat pemerintah desa di wilayah barat tersebut untuk terus berupaya mengembangkan potensi pariwisata yang dimiliki. Apalagi, untuk berkunjung ke wilayah itu akses jalan di sepanjang lintas Sulawesi tersebut sudah sangat baik dan lancar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini