Maskapai Laporkan 4.626 Aksi Penumpang Nakal di Pesawat, Paling Banyak Terkait Masker

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Sabtu 09 Oktober 2021 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 406 2483378 maskapai-laporkan-4-626-aksi-penumpang-nakal-di-pesawat-paling-banyak-terkait-masker-jos6Cl7raC.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

BADAN Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mencatat perilaku nakal penumpang pesawat dalam penerbangan meningkat selama pandemi COVID-19. Ancaman denda puluhan ribu dolar sepertinya tidak menghentikan penumpang untuk berbuat onar.

Data terbaru FAA per 26 September 2021 menyebutkan bahwa ada sekitar 7,1 insiden yang dilaporkan dari 10.000 penerbangan.

Baca juga: Pramugari Berang Lihat Wanita Terlalu Seksi di Pesawat, Akhirnya Dipaksa Turun

Sebelumnya pada September, insiden penumpang nakal terjadi sekitar enam kali per setiap 10.000 penerbangan, yang telah turun 50% dari angka pada awal 2021.

Melansir Fox News, Sabtu (9/10/2021), FAA mencatat hingga kini ada 4.626 laporan penumpang nakal dari awak pesawat. Paling banyak adalah insiden terkait pelanggaran aturan penggunaan masker yakni 3.366 laporan.

Menurut FAA, ada 849 investigasi yang dilakukan dan sekitar 177 kasus mulai dibawa ke penegakan hukum.

Pada awal tahun, FAA mengadopsi kebijakan tanpa toleransi. “Terjadi peningkatan penumpang maskapai yang mengganggu penerbangan dengan perilaku mengancam atau kekerasan,” kata FAA.

Baca juga: Berkelahi dengan Ibunya di Pesawat, Bocah 13 Tahun Dilakban oleh Pramugari

Insiden ini bermula dari penolakan penumpang untuk memakai masker dan kekerasan baru-baru ini di US Capitol.

Di bawah perintah yang ditandatangani oleh Administrator FAA Stephen Dickson pada 13 Januari, penumpang yang nakal tidak lagi mendapatkan peringatan.

Sebaliknya, badan tersebut melembagakan kebijakan penegakan hukum yang lebih ketat. Hukuman dapat mencakup denda yang besar dan hukuman penjara bagi penumpang yang menyerang atau mengancam awak maskapai dan penumpang lainnya.

Di bawah RUU Otorisasi Ulang FAA, agensi dapat mengajukan hingga $ 37.000 per pelanggaran.

“Terbang adalah moda transportasi teraman dan saya menandatangani perintah ini untuk menjaganya tetap seperti itu,” kata Dickson saat menandatangani perintah tersebut.

Namun, ancaman denda masih tidak menyurutkan beberapa penumpang. Faktanya, FAA mengeluarkan $531.545 lagi sebagai hukuman perdata kepada 34 penumpang maskapai lainnya pada bulan Agustus. Hingga saat ini, agensi telah mengeluarkan lebih dari $ 1 juta dalam pungutan untuk tahun 2021 saja.

Ilustrasi

Sebagai akibat dari insiden yang meningkat pada tahun 2021, FAA mengirim surat ke bandara bulan ini mendesak mereka untuk berkoordinasi lebih erat dengan penegak hukum setempat untuk menuntut kasus tersebut.

“Seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang yang bepergian, begitu pula jumlah insiden perilaku tidak aman di pesawat dan di bandara,” tulis Dickson.

“FAA mengadopsi kebijakan Zero-Tolerance terhadap perilaku ini di pesawat terbang awal tahun ini. Kami mengambil tindakan sekuat mungkin dalam otoritas hukum kami. Tapi kami membutuhkan bantuan Anda,” tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini