Kompleks Pembuatan Arak Anggur Berusia 1.500 Tahun Ditemukan, Terbesar di Eranya

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 406 2485198 kompleks-pembuatan-arak-anggur-berusia-1-500-tahun-ditemukan-terbesar-di-eranya-WMI5irDkqU.jpg Kompleks pembuatan minuman anggur zaman kuno di Yavne, Tel Aviv, Israel (Reuters via BBC)

ARKEOLOG menemukan kompleks pembuatan minuman anggur berusia 1.500 tahun di Israel, diyakini merupakan yang terbesar pada zamannya.

Lima alat pemeras anggur ditemukan di kilang peninggalan era Bizantium di Yavne, Tel Aviv selatan, yang diperkirakan pernah memproduksi 2 juta liter dalam setahun.

Baca juga: Cerita Anggur Tertua di Dunia, Selamat dari Perang dan Tersimpan di Museum Khusus

Setelah proses produksi yang canggih, minuman keras itu diekspor ke wilayah-wilayah di sekitar Mediterania.

Para arkeolog yang melakukan penggalian mengatakan mereka terkejut dengan ukurannya.

ilustrasi

Para arkeolog menggali di situ seluas satu kilometer persegi di Yavne, Israel (Reuters)

Ada rencana untuk menjadikan kompleks itu tempat wisata setelah pekerjaan pengawetan selesai.

Anggur diperam di dalam kendi tanah liat yang disebut kendi Gaza, yang banyak ditemukan dalam keadaan utuh di situs penggalian.

Baca juga: Menikmati Wisata Anggur di Yogyakarta

Di situs tersebut, para arkeolog menemukan lima alat pemeras anggur yang tersebar di lahan seluas satu kilometer persegi, gudang untuk pemeraman dan pembotolan anggur, dan tungku untuk memanaskan kendi-kendi yang digunakan untuk menyimpan anggur.

Hasil akhirnya dikenal sebagai anggur Gaza dan Ashkelon, berdasarkan nama pelabuhan tempat minuman itu diekspor ke Eropa, Afrika Utara, dan Asia Minor (Anatolia).

Para arkeolog menggali di situ seluas satu kilometer persegi di Yavne, Israel.

ilustrasi

Minuman anggur itu mendapat reputasi di seluruh wilayah Mediterania sebagai anggur berkualitas, namun pada zaman itu anggur juga merupakan hidangan pokok bagi banyak orang.

"Ia merupakan sumber gizi yang bagus dan aman diminum karena air seringkali tercemar," kata Jon Seligman, salah seorang pemimpin penggalian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini