Adu Nyali Bungee Jumping dari Atap Hotel, Wanita Ini Tewas Mengenaskan

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 01:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 406 2485233 adu-nyali-bungee-jumping-dari-atap-hotel-wanita-ini-tewas-mengenaskan-21UFp2Lxtz.jpg Aksi bungge jumping merenggut nyawa seorang wanita (East2West)

ALIH-alih merasakan sensasi bungee jumping atau terjun lenting, seorang ibu tiga anak justru tewas mengenaskan setelah melompat bebas dari ketinggian 25 meter di Karaganda, Kazakhstan.

Kecelakaan tragis ini terekam dalam sebuah video, yang mana meperlihatkan terjadinya miskomunikasi antara korban dengan petugas.

“Meskipun ada tindakan medis, pasien tetap meninggal,” kata juru bicara kesehatan setempat kepada East2West.

Baca juga: Rasakan Sensasi Bungee Jumping Tertinggi di Dunia, Melompat dari Jembatan Kaca

Melansir dari laporan News.com.au, Selasa (12/10/2021), kecelakaan terjadi pada Minggu 10 Oktober 2021.

Dalam rekaman, korban Yevgenia Leontyeva (33) terlihat di atas atap hotel dalam persiapan untuk terbang bebas dengan tali.

Seorang pria terdengar mengatakan “Aku mencintaimu” saat Leontyeva dipasangkan sabuk pengaman. Setelah hitungan mundur singkat, dia melompat dari atap.

Namun, kejadian menjadi sangat kacau ketika dia jatuh ke tanah dengan bunyi keras yang mengagetkan orang-orang, termasuk seorang temannya.

Sebelum lompatan naas tersebut, Leontyeva dan seorang teman dilaporkan memposting "Live it up" dan "Kami akan terbang" di media sosial.

Kecelakaan terjadi karena wanita itu diberi lampu hijau untuk lompat sebelum petugas bisa mengikatkan tali pengamannya ke pohon, lapor outlet tersebut.

Baca juga: Patung Wanita Berhijab Usia 1.300 Tahun Ditemukan di Kazakhstan, Siapa Dia?

Akibatnya, Leontyeva jatuh 25 meter ke tanah di bawah dan terseret 3,5 meter ke samping dinding. Sementara itu, petugas penahan tali terlihat jatuh ke lantai.

Ibu tiga anak tersebut segera dilarikan ke rumah sakit, di mana dia menerima operasi darurat.

“Pasien dioperasi,” kata juru bicara kesehatan setempat. “Kraniotomi dilakukan dan pengangkatan hematoma.”

Terlepas dari upaya terbaik petugas medis, Leontyeva menyerah pada luka-lukanya.

Pihak berwenang sedang menyelidiki kematiannya yang terlalu dini akibat kelalaian perusahaan olahraga ekstrem tersebut.

Namun, jika terbukti bersalah, penyelenggara hanya harus menjalani hukuman maksimal 40 hari di balik jeruji besi.

ilustrasi

Ini bukan pertama kalinya seorang bungee jumper meninggal karena kelalaian penyelenggara.

Pada Juli, seorang pelompat bungee Kolombia menemui ajalnya setelah kecelakaan komunikasi yang menyebabkan dia melompat dari jembatan tanpa tali diikat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini