Sultan! Penerbangan Komersilnya Dibatalkan, Turis Ini Sewa Jet Pribadi

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 406 2485313 kesal-penerbangannya-dibatalkan-turis-ini-sewa-jet-pribadi-untuk-pulang-Ct0UaVF1Fc.jpg Jet Pribadi (Alamy via The Guardian)

SEORANG turis putus asa ingin pulang ke negara asalnya, setelah enam penerbangannya dibatalkan karena perbatasan Australia masih ditutup akibat pandemi Covid-19. Ia pun mengambil langkah besar dengan menghabiskan puluhan ribu dolar untuk menyewa jet pribadi.

Selandia Baru menangguhkan perjalanan bebas karantina dari Australia pada Juli, 2021 setelah New South Wales dan negara bagian lain berjuang untuk menahan wabah Delta mereka.

Baca juga:  5 Selebritis Tajir Indonesia yang Biasa Pakai Jet Pribadi, Sandra Dewi hingga Syahrini

Menyusul wabah Delta di Auckland, pemerintah Australia menangguhkan semua penerbangan bebas karantina dari Selandia Baru pada 18 Agustus.

 ilustrasi

Jeda itu telah membuat warga Australia dan Selandia Baru terdampar di kedua sisi parit sebagai akibat dari penghentian itu, sementara penerbangan merah terjual habis dalam hitungan menit, beberapa dari mereka terpaksa menyewa jet pribadi dengan harga mahal.

Sharon Russell sedang dalam perjalanan dua minggu ke Queenstown yang berubah menjadi perjalanan delapan minggu ketika pemerintah Australia tiba-tiba menutup transit dari Selandia Baru.

Setelah enam penerbangan dibatalkan, Russell dan suaminya ketinggalan kedua penerbangan merah Air New Zealand. Kemudian dia mengumpulkan rombongan dan memesan jet pribadi dari Auckland ke Sydney pada Senin.

"Saya baru saja berkata kepada suami saya, kita harus pergi, kita harus keluar dari sini,” kata Russell seperti dilansir dari The Guardian, Rabu (12/10/2021).

"Ini satu-satunya jalan kembali," kata narator.

Setelah mengunggah di media sosial, Russell menerima sekitar 50 balasan dari orang-orang yang tertarik untuk menyewa penerbangan, tetapi banyak dari mereka mundur ketika harus menyiapkan uang. Pesawat itu akan menghabiskan $85.000 NZD atau sekitar Rp800 juta untuk 14 tempat duduk.

Pada akhirnya, Russell berhemat ke pesawat delapan tempat duduk melalui Airly, sebuah perusahaan jet pribadi Australia dengan biaya total $40.000 atau sekitar Rp400 juta.

Baca juga: Mau Sewa Jet Pribadi? Begini Caranya dan Segini Harganya

Chief executive officer Airly Luke Hampshire mengatakan telah terjadi peningkatan permintaan layanan charter yang sangat tinggi sejak gelembung dihentikan. Meskipun layanan ini tersedia untuk membawa orang pulang, situasinya sangat tidak adil.

“Sementara banyak orang telah bertanya tentang layanan tersebut, sebagian besar tidak mampu untuk menindaklanjutinya,” kata Hampshire.

"Sayangnya, tidak ada cara yang murah untuk melakukannya dengan pribadi. Tetapi kami menyiapkan segalanya untuk mereka sehingga ketika mereka tiba, karantina mereka diurus," jelas Hampshire.

Perusahaan telah menyediakan satu penerbangan dari Selandia Baru dan berencana untuk mengirimkan dua lagi.

Untuk mengelola kapasitas karantina, Australia memberlakukan batasan jumlah orang yang dapat terbang dengan kuota yang dialokasikan untuk maskapai penerbangan komersial. Pesawat yang lebih kecil, seperti jet pribadi, dikecualikan dari kuota ini, namun penumpang tetap harus dikarantina.

Pelancong lain, Tim Knowlman, mengatakan dia dan suami, serta bayinya mencarter penerbangan setelah rencana mereka pindah ke Australia digagalkan oleh lockdown.

 ilustrasi

Keluarga itu akan meninggalkan Selandia Baru dua hari setelah lockdown diumumkan. Mereka juga sudah mengirim barang-barang ke Brisbane. Dan mereka terdampar tanpa pekerjaan, tempat tinggal, atau akses ke penerbangan.

"Perusahaan membuat semuanya sangat mudah. Mereka mengatakan akan mengatur semua tiket MIQ kami di Australia ketika kami tiba dan kami benar-benar menemukan proses dengan perusahaan charter yang mudah. Begitu kami membuat keputusan untuk melakukannya, kami menelan harga diri kami dan membayar jumlah yang sangat besar.”

"Seluruh proses, termasuk penerbangan yang dibatalkan, tes yang dibatalkan, dan penyewaan pesawat. Saya kira totalnya mungkin akan menjadi sekitar $40.000 NZ,” katanya. (sal)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini