Siapkan Dompet Tebal, Ada Biaya Tambahan untuk Turis Asing ke Lagoi

Antara, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 406 2485460 siapkan-dompet-tebal-ada-biaya-tambahan-untuk-turis-asing-ke-lagoi-Kisd3jwFIA.JPG Kawasan wisata Lagoi di Pulau Bintan, Kepri (Foto: Antara)

KEPALA Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Buralimar menyebut, kawasan wisata Lagoi di Bintan yang menjadi wilayah percontohan dengan model travel bubble diharapkan menjadi langkah awal kebangkitan pariwisata di daerah tersebut.

"Alhamdulillah, Presiden Joko Widodo sudah mengizinkan Kepri terima wisman," kata Buralimar.

Meski begitu, kata dia, ada biaya lebih yang harus dikeluarkan wisman yang akan masuk ke Lagoi. Pasalnya di negara asal, mereka harus melakukan PCR antigen dan dinyatakan negatif Covid-19.

Kemudian saat masuk ke Pelabuhan Bandar Bintan Telani (BBT), akan kembali dilakukan TCM (tes cepat molekular) dan juga diambil sampel PCR. Begitu juga saat akan meninggalkan Lagoi, akan kembali menjalani tes Covid-19.

Semua biaya tambahan itu tentunya dibebankan kepada wisman. Namun, belum dapat diketahui pasti besaran biaya tersebut.

Baca juga: Kepri Terima Turis Asing Lagi, Lagoi Jadi Proyek Percontohan

Oleh-Oleh Paling Diburu Turis Asing

“Belum. Sekarang belum bisa dihitung. Kita tunggu pintu gerbangnya dibuka dulu,” ucapnya.

Untuk travel bubble ini, lanjutnya, Kepri akan menyasar para wisman berkantung tebal dari Singapura. Selain itu juga warga India, Korea dan ekspatriat yang bekerja di Singapura.

"Sebagian dari mereka sudah rindu berlibur dan menjajal lapangan golf terbaik di Asia," ungkapnya.

Akan tetapi, saat ini para pelaku pariwisata masih menunggu aturan teknis dari pemerintah pusat yang ditargetkan keluar dalam dua hingga tiga hari ke depan.

"Setelahnya baru dapat dihitung proyeksi jumlah wisman yang masuk ke Bintan Resort melalui travel bubble," tuturnya.

Jika menengok ke belakang, tahun 2019 adalah masa keemasan pariwisata Kepri, di mana jumlah kunjungan wisman kala itu mencapai 2,8 juta orang dari target 2,1 juta orang.

Capaian itu menjadikan Kepri sebagai pintu masuk wisman tertinggi kedua tertinggi di Indonesia setelah Bali. Menggeser ibukota, DKI Jakarta yang turun ke posisi ketiga.

Baca juga: Kemenparekraf Upayakan Reaktivasi Wisata Bintan dengan Travel Bubble

Sayangnya pada 2020, pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia. Kasus pertama Covid-19 di Kepri tercatat di Tanjungpinang pada 17 Maret 2020, membuat dunia pariwisata Kepri benar-benar terpuruk.

Pada tahun itu hanya ada 408.005 kunjungan wisman yang berhasil dibukukan di awal tahun. Sementara sepanjang 2021 hanya ada 1.807 wisman yang masuk ke Kepri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini