Melihat dari Dekat Kampung Asei, Markas Perajin Kriya Kulit Kayu Papua

Antara, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 408 2485567 melihat-dari-dekat-kampung-asei-markas-perajin-kriya-kulit-kayu-papua-k7sceWBJ98.JPG Kampung Asei, Sentani, Jayapura (Foto: Antara/Livia Kristianti)

"Biasanya ada kapal putih itu bawa turis asing ke sini. Sekitar 3 sampai 6 bulan sekali. Mereka pasti beli ikat kepala dan kerajinan kulit kayu yang kami buat. Tapi sejak corona ini kami mencukupi kebutuhan sehari- hari sebisanya," ujar mama Maryones.

Kehadiran PON Papua dilihatnya sebagai salah satu langkah kebangkitan dari ekonomi kerakyatan yang terpukul akibat pandemi Covid-19.

Mama Maryones juga senang karena dirinya bisa terlibat aktif menyemarakan perayaan PON pertama di kawasan paling timur Indonesia ini.

Ia menceritakan dalam waktu tiga minggu sebelum PON berlangsung, keluarganya ikut membuat ikat kepala hingga ratusan pesanan untuk melengkapi pakaian para penari yang menghibur masyarakat pada pembukaan PON yang megah.

Selain ikat kepala, mama Maryones juga membuat rok rumbai yang masih berbahan dari kulit kayu alami agar penampilan para penari tetap terlihat menyatu dengan alam.

Baca juga: Jelang PON Papua, Yuk Intip Deretan Spot Selfie Menarik di Jayapura

Kampung Asei

(Foto: Antara/Livia Kristianti)

Lewat karya-karya seni rupanya itu, ia ingin menunjukkan bahwa masyarakat Papua itu memiliki kreativitas tak terbatas dengan tetap memertahankan nilai budayanya.

Setiap karyanya diharapkan dapat membawa kebahagiaan dan juga kedamaian bagi para pengguna atau penerimanya.

Mama Maryones pun melihat PON Papua sebagai ajang menunjukan wajah Papua yang aman, damai, dan bersahaja.

Kedamaian yang kini dijaga oleh masyarakat selama PON Papua diharapkannya bisa terus berjalan dalam jangka panjang.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini