Sering Jet Lag saat Perjalanan Jauh? Begini Cara Mengatasinya

Denisa Aisyah, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 549 2485611 sering-jet-lag-saat-perjalanan-jauh-begini-cara-mengatasinya-pXnxnPs3nA.JPG Traveler rentan mengalami jet lag saat menempuh perjalanan jauh (Foto: Reuters/Peter Nicholls)

SEORANG ahli perjalanan, Jonathan Leary mengklaim dirinya telah melakukan perjalanan udara sejauh 150.000 mil setahun sebelum pandemi. Ia pun membagikan tips kepada para traveler yang kerap mengalami jet lag saat bepergian jauh.

Leary mengatakan, pelancong sejatinya memenuhi kebutuhan magnesium yang merupakan nutrisi recommended saat traveling.

"Kita kehilangan magnesium dengan sangat mudah, karena kita kehilangannya melalui keringat. Jenis magnesium yang direkomendasikannya adalah magnesium glisinat," kata dia melansir laman The Sun.

Ketika berada di pesawat lanjutnya, sistem pencernaan menjadi terganggu, membuat dehidrasi dan menyebabkan perasaan tegang di tubuh, ketika memiliki kadar magnesium yang rendah, otot-otot akan lebih tegang.

"Jika semua otot di tubuh rileks, akan lebih mudah untuk tidur dan menghilangkan stres. Magnesium akan menggerakkan otot-otot dan membantu menenangkan diri serta mempersiapkan Anda untuk tidur, tidak peduli di zona waktu mana Anda berada," terangnya.

Baca juga: Catat! 4 Tips Traveling Buat Orang Pelupa, Agar Liburannya Bahagia

Tips Traveling Aman

Lebih lanjut Leary menyarankan traveler untuk mengonsumsi makanan seperti kacang kering, biji-bijian dan produk susu rendah lemak.

Mengonsumsi triptofan, menurut situs Sandi Busch, setelah triptofan memproduksi serotonin, tubuh akan mengubahnya kembali untuk menghasilkan hormon melatonin yang memengaruhi siklus tidur.

Selain itu lanut Leary, mengonsumsi vitamin D juga dapat mencegah jet lag saat perjalanan.

"Berhenti minum kopi sebelum liburan, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Clinical Sleep Medicine, konsumsi kafein dalam waktu enam jam sebelum tidur tidak serta merta membuat Anda terjaga, tetapi mengurangi kualitas tidur Anda," katanya melanjutkan.

"Kondisi itu mendatangkan efek buruk pada jam internal tubuh Anda, serupa efek jet lag," tambahnya.

Baca juga: Cek Tips Liburan Terjangkau ke Bali dengan Modal Rp1 Jutaan!

Pada dasarnya, seseorang yang mengalami jet lag biasanya merasakan rasa kantuk, namun sulit untuk tidur.

Kondisi inilah menurut Leary yang sangat mengganggu, sebab dapat menurunkan fokus dan kewaspadaan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini