Bangkai Kapal Kuno Bikin Peneliti Tercengang, Diduga Berusia 2 Abad

Denisa Aisyah, Jurnalis · Jum'at 15 Oktober 2021 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 406 2486278 bangkai-kapal-kuno-bikin-peneliti-tercengang-diduga-berusia-2-abad-CgWpJEVd46.JPG Bangkai kapal kuno terbuat dari kayu diduga berusia 200 tahun (Foto: Pen News)

SEBUAH bangkai kapal karam misterius sepanjang 40 kaki ditemukan di pantai Latvia. Para ahli yang dibuat takjub itu menduga kapal berasal dari 200 tahun silam sebagai sisa-sisa kapal perang angkatan laut kerajaan yang hilang.

Balok-balok bangkai kapal ditemukan oleh penduduk setempat di Pantai Daugavgrīva. Dengan alat ekskavator bagian puing berukuran panjang 39 kaki dan lebar 13 kaki berhasil diangkat.

Asal kapal hingga kini belum diketahui, ada bukti bahwa lambungnya pernah dilapisi dengan tembaga, sebuah teknologi yang pertama kali dipelopori oleh Royal Navy.

Usia pasti kapal juga belum terungkap, tetapi materialnya terbuat dari kayu ek, bahan pembuatan kapal yang populer di Inggris hingga pertengahan 1800-an, membuat peneliti di Latvia menyimpulkan bahwa usianya mungkin antara 150 hingga 200 tahun.

Baca juga: Persiapkan Diri Anda, Kapal Pesiar Terbesar di Dunia Kembali Berlayar 2022

Bangkai Kapal Kuno 2 Abad

(Foto: Pen News)

Seorang juru bicara Dewan Warisan Budaya Nasional Latvia mengatakan, ribuan paku tembaga kecil tertinggal di luar kayu.

Kapal itu dilapisi dengan plat tembaga, yang menunjukkan bahwa itu merupakan kapal perang atau kapal dagang jarak jauh.

"Kemungkinan besar ia berlayar tidak hanya melalui Laut Baltik dan Laut Utara, tetapi juga pada pelayaran lebih jauh ke daerah tropis," ungkap juru bicara peneliti, melansir Dailymail.

"Pelapisan tembaga pada bagian bawah laut kapal dimulai oleh Inggris pada akhir abad ke-18, jadi bangkai kapal ini mungkin berasal dari abad ke-19," tambahnya.

Seorang peneliti dari Freeport of Riga mengatakan, mereka hanya menemukan pecahan kapal kayu kecil.

"Tetapi semakin jauh kami menggali, semakin jelas hasilnya. Temuan itu secara signifikan lebih besar daripada yang bisa kita prediksi," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini