Bali Buka Lagi Pariwisata, Wagub Cok Ace: Waspada Mutasi Varian Baru Covid-19

Antara, Jurnalis · Jum'at 15 Oktober 2021 01:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 406 2486284 bali-buka-lagi-pariwisata-wagub-cok-ace-waspada-mutasi-varian-baru-covid-19-B4QQwUsWUd.JPG Wagub Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace (Foto: Antara)

WAKIL Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengingatkan masyarakat setempat untuk tetap mewaspadai potensi munculnya mutasi varian baru Covid-19, seiring dengan dibukanya penerbangan internasional ke Pulau Dewata.

"Meskipun Bali siap menerima kunjungan wisatawan mancanegara dengan segala penerapan prokes yang sudah dianjurkan, namun kita jangan pernah lupa dengan ada dan bermutasinya varian baru Covid-19," kata Tjokorda di Denpasar, Kamis, 14 Oktober 2021.

Pria yang akrab disapa Cok Ace itu meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak teledor karena hingga saat ini kita masih berada di tengah perjuangan melawan wabah Covid-19.

Dengan geliat menyambut wisatawan mancanegara mulai 14 Oktober 2021 ini, dia berharap semua pihak mampu bekerjasama untuk tetap menjaga diri dan kesehatan masing-masing.

"Dengan mematuhi prokes yang sudah dianjurkan adalah satu-satunya alat dan obat untuk kita semua tetap sehat," kata pria yang juga Ketua PHRI Bali itu.

Baca juga: Media Asing Soroti Bali yang Sepi Wisatawan, Pantai Sudah Ditumbuhi Tanaman Liar

Infografis Spot Berburu Kerajinan di Bali

Menurut Cok Ace, jumlah kasus Covid-19 yang semakin menurun, bukan berarti kita bebas beraktivitas tanpa mengutamakan protokol kesehatan.

"Jangan sampai pembukaan Bali untuk perjalanan internasional yang sudah sekian kali kita tunggu-tunggu memberikan peluang berkembangnya klaster baru yang nantinya membuat lonjakan kasus kembali naik," tegasnya.

Oleh karenanya, ia mengajak masyarakat untuk menghindari gelombang ketiga perkembangan Covid-19 di Bali, sehingga mampu memertahankan kepercayaan dunia.

Cok Ace menegaskan, sejauh ini Bali siap dengan penerapan protokol kesehatan di sejumlah destinasi pariwisata, desa wisata, termasuk hotel yang sudah bersertifikat CHSE yakni kebersihan (cleanliness), kesehatan (health), keselamatan (safety), dan kelestarian lingkungan (environment sustainability).

Demikian pula dengan fasilitas umum seperti swalayan dan pasar tradisional juga sudah siap. Termasuk kesiapan rumah sakit rujukan Covid-19 bagi wisatawan yang terdeteksi positif masuk pintu bandara.

Sebelumnya dalam dialog Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) secara virtual pada Rabu, Wagub juga mengatakan pemberlakuan karantina selama lima hari bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali merupakan standar yang diputuskan untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19.

Baca juga: Begini Syarat Turis Asing Masuk Bali, Kalau Melanggar Prokes Bersiaplah Dideportasi!

Infografis Wisata Tabanan, Bali

"Keselamatan dan kesehatan masyarakat masih menjadi kunci utama bagi Bali. Didukung dengan kesiapan 35 hotel karantina dan tidak diperbolehkan menerima wisatawan non-karantina serta disesuaikan per hari kedatangan," katanya.

Penglingsir (tokoh) Puri Ubud itu menambahkan, pemakaian masker kini juga telah menjadi budaya, sehingga kewajiban menaati protokol kesehatan adalah kunci untuk hidup berdampingan dengan virus Covid-19 yang akan terus bermutasi.

"Sedangkan bagi wisatawan yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan di Bali, maka kebijakan untuk deportasi dapat diberlakukan," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini