Mengenal Festival Hadaka Matsuri, Pesta Telanjang Doakan Panen di Jepang

Nindi Widya Wati, Jurnalis · Jum'at 15 Oktober 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 406 2486486 mengenal-festival-hadaka-matsuri-pesta-telanjang-doakan-panen-di-jepang-KZ8bkZhSd3.jpg Festival Hadaka Matsuri di Jepang 2014 (Flickr)

FESTIVAL Hadaka Matsuri menyimpan sederet keunikan. Disebut juga sebagai festival telanjang, awalnya sebutan itu ditujukan untuk berbagai matsuri atau festival di Jepang dengan peserta sejumlah ujiko laki-laki dewasa yang berpakaian sangat minim.

Hadaka Matsuri diambil dari kata Hadaka yang berarti telanjang atau tanpa busana, sementara Matsuri sendiri memiliki arti perayaan. Dalam perayaan Hadaka Matsuri, ribuan pria akan berkumpul di suatu tempat sambil bertelanjang dan menari-nari.

Baca juga:  Melihat Penis Raksasa Diarak Keliling Kota dalam Festival Honen Matsuri

Peserta umumnya mengenakan fundoshi (cawat khas Jepang). Namun, kadang kala baju happi juga dikenakan, dan jarang sekali tampil tanpa busana. Ciri khas ritual adalah saling dorong-mendorong antarkelompok peserta.

Walaupun tidak memakai nama hadaka matsuri, di Jepang terdapat sejumlah matsuri yang kegiatannya mirip dengan hadaka matsuri.

Mengutip dari Wikipedia, Hadaka Matsuri yang dikenal luas di Jepang misalnya:

1. Sominsai, kota Ōshū, Prefektur Iwate.

2. Hadaka Matsuri, Yanaizu, Prefektur Fukushima

3. Gion Matsuri, Kuil Suga, Narita, Chiba, Prefektur Chiba

Menurut Japanese Station, Handaka Matsuri dilaksanakan rutin setiap tahunnya. Umumnya, perayaan ini dilakukan bulan Januari atau Februari ketika musim dingin tiba. Disebut juga sebagai salah satu ritual agama Shinto.

Baca juga:  Ubasute, Tradisi Membuang Orang Tua ke Hutan di Jepang

Cerita sejarahnya, perayaan ini terjadi di zaman Nara sekitar tahun 710 hingga 794 Masehi. Saat itu, raja sangat mempercayai bahwa untuk membersihkan dan mensucikan diri dari dosa, harus melakukan festival ini.

Perayaan ini dimulai dengan para lelaki membawa batang bambu menuju kuil. Dalam kuil tersebut ada para penari Hakada Otoko yang telah bersiap menyambut ribuan peserta.

Penari tersebut merupakan orang yang dipilih oleh pemuka Shinto. Perayaan terbesarnya terjadi di Kuil Saidaji, hingga melibatkan 9.000-an orang.

Hadaka matsuri diadakan untuk mendoakan hasil panen yang melimpah di musim panen yang akan datang. Ketika belum diciptakannya mesin-mesin pertanian, orang Jepang zaman dulu hanya mengandalkan tenaga manusia untuk bercocok tanam.

 Ilustrasi

Matsuri ini dipakai untuk mempertunjukkan kesehatan laki-laki untuk bekerja di lahan pertanian, dan sekaligus dimanfaatkan penonton wanita untuk mencari pasangan hidup.

Hadaka matsuri tidak dianggap vulgar karena diselenggarakan untuk tujuan ritual. Setiap tahunnya, berbagai hadaka matsuri diadakan di berbagai tempat di seluruh Jepang, terutama pada musim panas dan musim dingin. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini