Sambangi Ekowisata di Kalsel, Istri Sandiaga Uno Beri Nama Bayi Bekantan

Antara, Jurnalis · Sabtu 16 Oktober 2021 02:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 406 2486927 sambangi-ekowisata-di-kalsel-istri-sandiaga-uno-beri-nama-bayi-bekantan-HbpZwCnrQC.JPG Istri Menparekraf, Nur Asia Uno menyambangi ekowisata di Kalsel (Foto: Antara)

ISTRI Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Nur Asia Uno mengatakan, ekowisata bekantan di Kalimantan Selatan sangat mendukung program pemerintah di bidang pembangunan pariwisata berkelanjutan.

"Kami salut dengan Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) yang tidak saja peduli pada pelestarian bekantan, tetapi juga mengembangkan ekowisata bekantan yang sudah mendunia," kata dia di Banjarmasin, Jumat, 15 Oktober 2021.

Nur Asia mengapresiasi kinerja tim SBI yang telah mampu mengelola dan mengembangkan Stasiun Riset Bekantan di Pulau Curiak, Kabupaten Barito Kuala, Kalsel, dan meningkatkan populasi bekantan di kawasan tersebut dengan terus berkembangnya kelahiran anak bekantan.

"Ini tentu membawa kabar gembira bagi kita semua. Dengan terus adanya kelahiran bekantan semoga bisa membantu meningkatkan populasi bekantan Indonesia," tuturnya.

Baca juga: 4 Wisata Populer di Tarakan, Habitat Bekantan hingga Penangkaran Buaya

Kehadiran Nur Asia Uno ke Stasiun Riset Bekantan yang dikelola SBI bersama Universitas Lambung Mangkurat (ULM) secara khusus untuk melihat perkembangan bekantan di Pulau Curiak.

Menariknya, istri Menparekraf Sandiaga Uno ini sempat menyematkan nama bagi seekor anak bekantan yang baru lahir. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan sertifikat kelahiran bekantan tersebut olehnya.

"Bayi bekantan ini saya beri nama Amel Junior. Sebagai bentuk apresiasi kepada Amalia Rezeki terhadap dedikasinya melestarikan bekantan. Semoga bekantan Pulau Curiak tetap lestari dan semakin mendunia," tuturnya.

Sementara pendiri SBI, Amalia Rezeki mengatakan, sosok Nur Asia sangat peduli terhadap lingkungan dan pelestarian bekantan. Bahkan dia juga tercatat sebagai donatur pelestarian bekantan yang dikelola SBI.

Menurut Amalia, 'Amel Junior' merupakan kelahiran kedua dari bekantan yang berada di kawasan Stasiun Riset Bekantan sepanjang tahun 2021. Bekantan di kawasan itu sekarang terbagi menjadi tiga kelompok dengan jumlah populasinya sekitar 29 ekor.

Bayi mungil bekantan wajahnya masih hitam kebiru-biruan terlihat berada dalam pelukan Mimin induknya dari kelompok Bravo.

Amalia mengakui awal pihaknya masuk dan mengelola kawasan itu tahun 2014 hanya terdapat 14 individu bekantan dan pada saat ini sudah terjadi penambahan populasi bekantan secara signifikan mencapai 100 persen.

Pertumbuhan populasi bekantan yang luar biasa menunjukkan SBI mampu mengelola kawasan Pulau Curiak yang kecil dan berada di luar kawasan konservasi, tapi mampu menumbuhkembangkan populasi bekantan di alam liar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini