Wahana Labirin di Taman Hiburan Ambruk, Pengunjung Patah Tulang

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Sabtu 16 Oktober 2021 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 406 2487145 wahana-labirin-di-taman-hiburan-ambruk-pengunjung-patah-tulang-OyUBIoAJrO.JPG Wahana permainan labirin di Jepang ambruk lukai sejumlah pengunjung (Foto: Mainichi)

SEBANYAK enam orang terluka setelah jatuh dari ketinggian sekitar 2,4 meter dari lantai tiga ke lantai dua pada bangunan setinggi lima lantai. Bangunan di sebuah taman hiburan Prefektur Hyogo, Jepang itu ambruk pada Minggu pekan lalu.

Polisi melakukan penyelidikan di tempat pada Senin lalu atas kecurigaan kelalaian yang mengakibatkan cedera, setelah seorang pria (24) dan wanita (27), keduanya dari Prefektur Osaka, mengalami patah tulang panggul dalam kecelakaan di labirin berstruktur kayu.

Sementara empat orang lainnya, termasuk seorang gadis (7), menderita luka ringan. Anak perempuan (1) dari pria (24) itu juga jatuh, tetapi tidak terluka.

“Tidak ada orang di lantai dua pada saat kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.00,” kata polisi setempat menyitir Japan Times.

Baca juga: Kangen Jepang? Yuk Nikmati Tur Virtual Destinasi Khas Negeri Sakura

Infografis Tips Aman Berwisata

Kecelakaan yang terjadi membuat Taman Tojoko Omochaokoku di Kato akan ditutup dari Senin hingga Kamis.

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk memberikan perawatan yang diperlukan bagi para korban, serta menemukan penyebab kecelakaan dan menerapkan langkah-langkah untuk mencegah terulangnya kembali," kata pengelola taman tersebut.

Bagian dari lantai tiga atraksi itu memiliki lebar sekitar satu meter dan panjang 2,3 meter, runtuh setelah balok yang menopang lantai kayu dipindahkan.

Wahana labirin itu dibuka pada April 2013 silam di Taman Hiburan Hyogo dengan pemeriksaan keamanan atraksi yang dilakukan setiap hari.

“Saya pikir kecelakaan seperti ini bisa terjadi kapan saja karena banyak bagian dari fasilitas tampak tua, tetapi saya terkejut bahwa itu benar-benar terjadi,” kata seorang pengunjung wanita berusia 20-an seraya menambahkan bahwa labirin itu penuh sesak dengan banyak anak-anak.

Di samping itu, sekitar 2.000 orang tetap mengunjungi taman yang terus beroperasi setelah atraksi labirin ditutup.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini