Traveler Harus Tahu, Ini 9 Tarian Tradisional Bali Beserta Maknanya

Melati Septyana Pratiwi, Jurnalis · Sabtu 16 Oktober 2021 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 406 2487251 traveler-harus-tahu-ini-9-tarian-tradisional-bali-beserta-maknanya-BTR5nKUwQH.jpg Tari Kecak di Uluwatu, Badung, Bali (Kemenparekraf)

BALI memiliki sejuta pesona. Selain keindahan alam terutama pantai dan pegunungan, Pulau Dewata juga terkenal dengan budaya dan tradisinya yang unik. Salah satunya adalah tarian tradisional.

Bali punya banyak tarian khas. Kekayaan budaya ini jadi daya pikat pariwisata. Setiap tarian punya gerakan khas, makna dan filosofi tersendiri.

Baca juga: Deretan Hotel dan Resor Mewah dengan Infinity Pool Menakjubkan di Uluwatu Bali

Tarian-tarian ini kerap ditampilkan dalam berbagai even. Berikut beberapa tarian tradisional Bali :

1. Tari Barong

Tari barong mengisahkan perseteruan antara kebajikan yang disimbolkan dengan barong, serta kejahatan berupa sosok rangda.

Umumnya tarian ini dilakukan oleh dua orang pria. Salah satu memainkan posisi kepala, sementara yang lain berada di bagian ekor.

 Ilustrasi

Tarian Barong diiringi oleh musik gamelan. Ada gamelan gong kebyar, gamelan batel, dan gamelan babarongan.

2. Tari Tranujaya

Tari Tranujaya menceritakan tentang pria yang ingin memikat wanita. Namun seiring waktu berjalan, tarian ini tidak hanya dilakukan oleh pria tetapi juga wanit.

Penari menari dengan mata terbelalak serta setiap gerakannya dilakukan dengan tegas. Tari Tranujaya kebanyakan diiringi musik gamelan gong kebyar.

3. Tari Legong

Legong berasal dari kata 'Leg' yang berarti luwes. Sementara gong bermakna sebagai gamelan. Tarian ini memiliki gerakan lemah gemulai dan diiringi gamelan tradisional Bali yakni Semar Pegulingan.

Baca juga:  5 Penginapan Mewah Termahal di Bali Buat Sultan, Sobat Misqueen Geser Dulu

Berbeda dengan saat ini, pada masa kerajaan Bali, tari legong ini hanya ditampilkan pada lingkungan kerajaan.

 

4. Tari Pendet

Tari Pendet disebut sebagai bentuk penyambutan bagi para dewa yang turun ke bumi. Namun kini, tarian tersebut biasa dilakukan sebagai tarian 'selamat datang'

Tari pendet semula juga berfungsi sebagai tari pemujaan di pura Bali.

5. Tari Kecak

Kecak dilakukan oleh puluhan laki-laku yang duduk melingkar serta mengangkat tangan sambil mengatakan "cak, cak, cak".

 Ilustrasi

Pertunjukan Tari Kecak di Pantau Uluwatu, Bali (Okezone.com)

Penciptaan tari kecak berasal dari seniman tari Wayan Limbak, dan seorang pelukis dari Jerman, Walter Spies. Keduanya menciptakan tarian ini pada tahun 1930an, berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian kisah Ramayana.

6. Tari Panji Semirang

Tarian yang diciptakan oleh seniman bernama I Nyoman Kaler tahun 1942 silam ini mengisahkan tentang seorang putri bernama Galuh Candrakirana. Putri tersebut mengembara bahkan menyamar sebagai pria bernama Panji Semirang guna mencari sang kekasih, Raden Panji Inu Kertapati.

Sebenarnya tari panji semirang ini merupakan tarian tunggal, namun bisa juga dibawakan lebih dari satu penari.

7. Tari Margapati

Margapati berasal dari kata Marga yang berarti jalan serta Pati berarti kematian. Sehingga tarian ini diartikan sebagai jalan menuju kematian.

Tari Margapari menggambarkan perjalanan hidup seorang wanita yang keliru. Tarian ini dilakukan oleh wanita namun menghadirkan gerakan tarian laki-laki.

 Ilustrasi

8. Tari Puspanjali

Tari puspanjali ini memiliki makna sebagai pengormatan pada tamu bagai sekuntum bunga. Puspanjali dilakukan oleh para wanita secara berkelompok. Para penari menggambarkan rasa suka cita mereka ketika ada tamu yang datang.

9. Tari Baris

Posisi penari pada tarian ini sesuai dengan namanya yakni berbaris. Awalnya tarian ini berguna sebagai ritual namun kini dipertontonkan untuk hiburan.

Tari Baris mengisahkan mengenai keberanian kstaria bali yang berjuang membela raja. Dalam tarian ini umumnya dilakukan oleg 8 hingga 40 pria.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini