Misteri Leak Bali, Kisah Awal Kemunculan Makhluk 'Menyeramkan' Pencari Tumbal!

Ahmad Haidir, Jurnalis · Sabtu 16 Oktober 2021 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 406 2487258 misteri-leak-bali-kisah-awal-kemunculan-makhluk-menyeramkan-pencari-tumbal-4e5Bj1XsHk.jpg Leak (Istimewa)

SELAIN keindahan alamnya, Pulau Bali menjadi tempat pariwisata populer berkat ragam adat-istiadat penduduknya yang sangat kental. Salah satu kesenian di Pulau Dewata yang menjadi daya tarik wisatawan adalah tarian calonarang atau lebih dikenal sebagai pertunjukan Leak.

Melihat pertunjukan yang biasanya ditampilkan di malam hari tersebut tentu menjadi salah satu aktivitas wisata menyenangkan bagi banyak orang, terlebih turis luar negeri yang penasaran dengan kebudayaan lokal.

 Baca juga: 5 Destinasi Wisata Horor di Bali untuk Uji Nyali, Berani Kunjungi?

Namun tahukah Anda bahwa sesungguhnya, Leak adalah ilmu hitam legendaris yang sangat ditakuti oleh masyarakat di Bali. Leak juga dikenal sebagai makhluk mitologi yang mencari tumbal. Berikut ulasan mengenai misteri Leak.

Berasal dari Legenda Cerita Rakyat

Sesuai nama pertunjukannya, misteri mengenai Leak berasal dari sosok makhluk gaib bernama Calonarang yang merupakan penguasa tertinggi dari perliakan atau ilmu Leak dalam bahasa Bali.

 Ilustrasi

Leak Bali (Freepik)

Alkisah, ada sebuah kerajaan bernama Daha yang dipimpin oleh Raja Airlangga yang sangat besar dan makmur. Namun dibalik itu, terdapat satu wilayah yang didiami oleh seorang janda tua bernama Ki Rangda yang menguasai Ilmu Leak dan merupakan pengikut dari Betari Durga, sang Dewi Kesesatan.

Ki Rangda menguasai ilmu hitam tersebut akibat sakit hati usai kematian suaminya yang diduga diakibatkan oleh kejahatan sihir. Ia pun melampiaskan amarahnya dengan berbuat jahat sesuka hatinya. Akan tetapi di sisi lain, ia memiliki putri yang sangat cantik jelita dan memiliki tabiat baik yang bernama Ratna Manggali.

 Baca juga: Leak, Makhluk Mitologi Bali yang Menarik Perhatian Peneliti Australia

Putrinya tersebut sebenarnya menjadi primadona, namun masyarakat setempat sangat takut dengan Ki Rangda, mengakibatkan Ratna Manggali tak kunjung juga dipersunting walau telah memasuki usia layak menikah. 

Hingga pada akhirnya suatu waktu, datang seorang pemuda yang hendak mempersunting putrinya. Pemuda tersebut bernama Widiasta, yang sesungguhnya memiliki tabiat buruk dan ia memiliki motif untuk berguru ilmu hitam kepada Ki Rangda.

Suatu hari, Widiasta melakukan tindakan tidak terpuji yang menyebabkan ia dipersekusi oleh warga desa dan dibuang ke desa lain. Seiring berjalannya waktu, Ki Rangda yang mengetahui kejadian tersebut menjadi sangat murka.

Ia memutuskan untuk mempelajari ilmu Leak hingga tingkat tertinggi untuk membalas dendam dengan menyebarkan wabah penyakit di seluruh penjuru kerajaan, membuat Raja Airlangga gelisah karena prajurit terbaiknya sekalipun tidak mampu mengalahkannya.

Kekuatan Ki Rangda sangat besar, hingga akhirnya kerajaan memanggil seorang bernama Empu Baradah yang mengetahui cara mengalahkannya yakni dengan mengambil hati Ki Rangda dan menikahi putrinya. Empu Baradah kemudian mengutus Bahula, seorang muridnya untuk melaksanakan misi tersebut.

Singkat cerita, misi berhasil. Ki Rangda luluh oleh sikap Bahula, dan murid Empu Baradah tersebut hidup bahagia bersama Ratna. Wabah penyakit hilang, situasi perlahan membaik.

Ratna pun berusaha untuk mengembalikan Ibunda nya ke jalan yang benar dengan meminta Ki Rangda melepaskan Ilmu Leak yang dimilikinya. Ki Rangda berkenan, namun ternyata makhluk yang mendiami jasadnya yakni Calonarang menolak untuk disucikan.

Akhirnya Ki Rangda berubah menjadi sosok 'Leak' yang menyeramkan, yakni sosok raksasa dengan mata besar, bergigi taring dengan perawakan yang tinggi besar, serta berbulu dengan lidah menjulur panjang.

Ilustrasi

Terjadi pertempuran luar biasa antara Calonarang dengan Empu Baradah, yang dimenangkan oleh Empu Baradah. Calonarang berhasil dikalahkan dan jasad Ki Rangda mati usai pertarungan tersebut, namun begitu Ilmu Leak tetap abadi dan lestari hingga saat ini.

Kisah tersebut kemudian diabadikan menjadi pertunjukan kesenian yang sering ditampilkan dalam pertunjukan kebudayaan seperti Festival Galungan. Selain itu, pertunjukan tersebut juga kerap dilakukan sebagai sebuah ritual ketika terjadi wabah penyakit di suatu desa di Bali.

Ilmu Hitam yang Ditakuti

Ilmu Leak mensyaratkan tumbal bagi siapa saja yang mempelajarinya. Tidak main-main, tumbalnya adalah daging manusia atau darah seorang janin yang masih di dalam kandungan ibu!

Hingga era modern seperti saat ini pun, masyarakat Pulau Dewata masih mempercayai bahwa terdapat segelintir orang yang menguasai ilmu untuk mencapai kekebalan tersebut. Jadi sesungguhnya, Leak adalah sesuatu yang menyeramkan yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan warga Bali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini