Serunya Menyusuri Nepal Van Java, Lebih Asri dan Berwarna

Dewi Kania, Jurnalis · Minggu 17 Oktober 2021 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 408 2487370 serunya-menyusuri-nepal-van-java-lebih-asri-dan-berwarna-h7mbPSjzWP.jpg Wisata dijuluki Nepal Van Java di Dusun Butuh, Temanggung, Magelang (Okezone.com/Dewi Kania)

NEPAL Van Java di Magelang, Jawa Tengah mulai kembali menerima wisatawan. Anda bisa jalan-jalan menikmati pemandangan sekaligus bercengkrama dengan warga sekitar yang cukup menyenangkan.

Berada di ketinggian 1600 meter di atas permukaan laut, masyarakat yang tinggal di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik hidup damai dan jauh dari hiruk pikuk kota. Jalur ini juga menjadi perlintasan biasa yang dilalui para pendaki Gunung Sumbing.

Baca juga: Sambangi 'Nepal van Java', Sandiaga Uno Nikmati Sunrise Ditemani Secangkir Kopi

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang, Slamet Achmad Husein, mengatakan, saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah menggerakkan kembali sektor pariwisata dengan meningkatkan potensi desa wisata. Karena itu, Nepal van Java kembali dibuka untuk wisatawan domestik dan mancanegara seperti aturan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Wisata Nepal van Java sudah melakukan simulasi pembukaan secara bertahap sejak dua pekan ini. Masih dalam tahap simulasi, sesuai anjuran tetap melakukan protokol kesehatan ketat serta mengikuti SOP / Juknis yang telah diterbitkan oleh Disporapar Provinsi Jawa Tengah maupun Disparpora Kabupaten Magelang," ujarnya.

Ilustrasi

Tak dapat dipungkiri, kata Slamet, di era adaptasi baru Covid-19, destinasi wisata meredup dan ini menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, Nepal van Java ini mulai berbenah agar menarik wisatawan, salah satunya dilakukan pengecatan rumah-rumah warga.

"Diharapkan pembenahan ini mengibarkan kembali semangat sektor pariwisata terutama desa wisata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah lainnya,” ujar Slamet.

Baca juga:  Deretan Tempat Wisata di Magelang, Tarif Murah Meriah Dijamin Puas

Diceritakan Kepala Dusun Butuh Kaliangkrik, Lilik Setiyawan, sebelum menjadi desa wisata, masyarakatnya Nepal van Java umumnya berprofesi sebagai petani sayur mulai dari wortel, kentang, kol juga sayuran lainnya. Namun ketika wisatawan berdatangan, perekonomian pun makin maju.

"Aktivitas warga pun biasa-biasa saja, mayoritas bekerja sebagai petani. Mereka menanam berbagai sayuran mulai dari kentang, wortel, kol dan sayuran lainnya,” ungkap Lilik.

Namun pesona lanskap rumah-rumah penduduk Dusun Butuh yang seolah bertumpuk di lereng Gunung Sumbing kerap disambangi pendaki, baik sekadar menikmati pemandangan ataupun bercengkrama sejenak. Karena itu, Lilik memulai inisiasinya untuk menyulap Dusun Butuh agar tampak lebih berwarna dan warga pun mulai berbenah.

Setelah berbenah, warga setempat pun semakin hidup sejahtera. Ada lebih dari 1.000 orang yang terdiri dari 475 Kepala, masing-masing punya lapak usaha baru.

"Mereka membuka warung makan atau kopi, kru parkir, hingga kru ojek," papar Lilik.

 Ilustrasi

Sementara itu, di masa pandemi ini terhitung sekira 3.000 orang berkunjung. Biasanya mereka menghabiskan waktu hari biasa dan akhir pekan. Tentu setiap pengunjung melakukan protokol kesehatan ketat.

Diakui Perwakilan Nippon Paint Area Jawa Tengah Topan Wijaksono, warga desa ini sangat beruntung setelah berbenah. Ternyata warna cat telah memberikan kekuatan untuk mengubah suasana desa ini.

"Pengecatan ini dapat meremajakan penampakan Dusun Butuh, Kaliangkrik dan menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung dan meningkatkan perekonomian warga Nepal van Java,” ungkap Topan.

Dikatakan Topan lebih lanjut, untuk menyulapnya dibutuhkan 1.361 liter cat. Masyarakat pun jadi betah berkunjung dan meningkatkan perekonomian warga Nepal van Java.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini