Parah! 236.000 Penumpang Kereta Api Telantar Imbas Gardu Listrik Terbakar

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Senin 18 Oktober 2021 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 17 406 2487516 parah-236-000-penumpang-kereta-api-telantar-imbas-gardu-listrik-terbakar-4QsaQQuR9r.JPG Operasional kereta api di Stasiun Meguro, Tokyo, Jepang terhenti imbas gardu listrik terbakar (Foto: Japan Times)

FASILITAS gardu induk di Tokyo, Jepang yang dikelola oleh East Japan Railway Co terbakar hingga menyebabkan pemadaman listrik belum lama ini.

Alhasil operator terpaksa menghentikan sementara layanan kereta api di sejumlah jalur di wilayah metropolitan Tokyo dan berdampak terhadap 236.000 calon penumpang telantar pada Minggu pekan lalu.

Pemadam kebakaran lokal di Warabi, Prefektur Saitama, menerima telepon sekitar pukul 12.55 waktu setempat dan mendapat laporan kebakaran di fasilitas gardu induk di kota. Api dapat dikendalikan 3 jam kemudian dan beruntung tidak ada yang terluka.

Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Namun, polisi mengatakan sebuah ruangan yang menampung trafo di dalam fasilitas gardu induk dilaporkan ludes dilalap api.

Baca juga: Wahana Labirin di Taman Hiburan Ambruk, Pengunjung Patah Tulang

Fasilitas ini berperan penting dalam mengirimkan listrik ke kereta api yang beroperasi di Tokyo dan daerah sekitarnya melalui gardu induk lainnya.

JR East menghentikan layanan, termasuk di jalur Yamanote, Keihin-Tohoku dan Joban.

Sebagian besar jalur yang terkena dampak, termasuk Yamanote telah dibuka kembali, tetapi bagian dari Jalur Shonan-Shinjuku yang menghubungkan prefektur Gunma dan Tochigi di utara Tokyo, serta Prefektur Kanagawa di selatan, tidak berfungsi untuk sisa hari itu.

Seorang pria yang tinggal di dekat fasilitas mengatakan, dia melihat asap hitam keluar dan mencium bau sesuatu yang terbakar.

Sementara pria lain di lingkungan itu mengatakan dia melihat api setinggi 20 meter beberapa kali.

Di Stasiun Akabane di Kita Ward Tokyo, lebih dari 100 orang mengantre untuk mendapatkan taksi atau naik bus karena semua layanan kereta api dihentikan sementara.

“Saya ingin pulang, tetapi saya tidak tahu apakah ada alternatif lain. Saya ingin tahu berapa lama ini akan bertahan,” kata seorang wanita berusia 75 asal Omiya, Prefektur Saitama, menyitir Japan Times.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini