Traveler Ngebet Liburan, Pariwisata Domestik Mulai Menggeliat

Antara, Jurnalis · Senin 18 Oktober 2021 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 17 406 2487573 traveler-ngebet-liburan-pariwisata-domestik-mulai-menggeliat-QdeayPVuST.JPG Turis asing di Bandara Ngurah Rai, Bali (Foto: Instagram/@baliairport)

PEMERINTAH telah mulai membuka pintu wisata menyusul terkendalinya pandemi Covid-19. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Satgas Nomor 20 Tahun 2021 dan SK Kasatgas Nomor 14 tahun 2021 tentang perjalanan internasional pada masa pandemi Covid-19.

Selain mulai membuka 20 tempat wisata di kota dengan PPKM level 3, pemerintah juga mulai membuka pariwisata Bali bagi wisatawan mancanegara per 14 Oktober 2021 lalu.

Situasi ini ternyata memantik besarnya animo masyarakat untuk mulai merencanakan wisata. Platform pemesanan tiket penerbangan dan hotel, Traveloka bahkan mencatat pemesanan meningkat lebih dari 1,5 kali lipat dibanding Maret lalu. Hal tersebut merupakan respons publik terhadap program Epic Sale pada 5-11 Oktober 2021.

Adapun kegiatan yang paling digemari traveler yaitu staycation di wilayah Pulau Jawa, memesan makanan berat dan kudapan manis di area Jabodetabek, dan naik pesawat untuk weekend gateway di Bali dan Kota Gudeg, Yogyakarta.

Baca juga: Sandiaga Tegaskan Durasi Karantina 5 Hari Buat Turis Asing Belum Final!

Infografis Pembukaan Wisata

Co-Founder Traveloka, Albert mengaku bersyukur program tersebut mampu mendorong optimisme industri pariwisata untuk perlahan-lahan bangkit dari pandemi.

"Terciptanya permintaan konsumen yang meningkat memberikan angin segar bagi para mitra untuk dapat memertahankan keberlangsungan usaha mereka," tuturnya, Minggu, 17 Oktober 2021.

"Sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat untuk kembali melakukan perjalanan, kami dan para mitra terus mendorong penerapan safe travel yang mengedepankan implementasi protokol kesehatan yang ketat," tambahnya.

Kesadaran masyarakat untuk melakukan safe travel berangsur mulai meningkat seiring dengan kegiatan yang mereka pilih.

Selain mengutamakan protokol kesehatan ketat dalam perjalanan, pihaknya lanjut Albert juga mencatat bahwa kegiatan di luar ruangan (outdoor) menjadi alternatif pengguna yang tercermin meningkatnya minat pengguna mereka secara langsung melalui live streaming maupun medsos.

"Sebagai komitmen mendukung pertumbuhan ekosistem pariwisata domestik, kami berusaha memastikan bahwa dukungan kepada para mitra tidak berhenti sampai di sini. Kami akan terus berinovasi menghasilkan inisiatif dan terobosan program lainnya yang bermanfaat sekaligus kolaborasi demi layanan terbaik," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini