Wow! Pesawat Boeing 707 Bekas Israel Disulap Warga Palestina Jadi Restoran

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Rabu 20 Oktober 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 301 2488775 wow-pesawat-boeing-707-bekas-israel-disulap-warga-palestina-jadi-restoran-IJIL8fhD4e.jpg Pesawat Boeing 707 dijadikan kafe dan restoran di Tepi Barat, Palestina (AP via Daily Mail)

KELUARGA Al-Sairafi mengubah pesawat Boeing 707 tua menjadi kafe dan restoran di Tepi Barat, Palestina. Restoran milik Saudara kembar berusia 60 tahun ini menawarkan hal terbaik kepada penduduk lokal yang mayoritas belum pernah naik pesawat.

Tepi Barat tidak memiliki bandara sipil. Mereka yang mampu membeli tiket pesawat harus mengejar penerbangan mereka di negara tetangga, Yordania.

Baca juga: 9 Fakta Menarik Masjid Al Aqsa, Saksi Bisu Konflik Israel-Palestina

“90 persen warga Palestina tidak pernah menggunakan pesawat terbang. Hanya duta besar, diplomat, menteri, dan walikota kami yang menggunakannya. Sekarang mereka melihat pesawat terbang dan itu adalah sesuatu untuk mereka,” kata Khamis Al-Sairafi, pengelola restoran.

Malansir Daily Mail, Selasa (19/10/2021), setelah seperempat abad berusaha, keluarga Al-Sairafi berhasil membuka Restoran dan Kedai Kopi Palestina-Jordania Al-Sairafi pada 21 Juli 2021.

Keluarga, teman, dan pasangan datang untuk minum di kafe yang terletak di bawah badan pesawat. Banyak orang lain datang untuk mengambil foto di dalam dengan harga £1,10 atau Rp21.500 per orang.

Pelanggan mengatakan mereka termotivasi untuk berkunjung setelah melihat foto-foto pesawat yang direnovasi beredar secara online.

“Sudah lama aku ingin melihat tempat ini. Saya berharap saya pernah melihat tempat ini sebelum diubah menjadi kafe,” kata pelanggan kafe, Majdi Khalid.

Baca juga: Restoran Dilarang Layani Tamu Makan di Luar Ruangan Selama Jam Puasa

Selama bertahun-tahun, pesawat jet itu duduk di sepanjang sisi jalan utama di Tepi Barat utara.

Mimpi si kembar untuk mengubah pesawat menjadi kafe dan restoran lahir pada akhir 1990-an, ketika Khamis melihat pesawat Boeing yang terlantar di dekat kota Safed, Israel utara.

Pesawat itu sebelumnya digunakan oleh pemerintah Israel dari tahun 1961 hingga 1993. Kemudian dibeli oleh tiga mitra bisnis Israel yang bermimpi mengubahnya menjadi sebuah restoran, tetapi proyek itu ditinggalkan menyusul ketidaksepakatan dengan pihak berwenang setempat.

Setelah melacak salah satu pemiliknya, saudara kembar itu setuju untuk membelinya seharga 100.000 dolar (£ 72.000) pada tahun 1999. Mereka menghabiskan tambahan 50.000 dolar (£ 36.000) untuk lisensi, izin dan untuk mengangkutnya ke Tepi Barat.

Khamis mengatakan walikota Nablus saat itu, Ghassan Shakaa, dengan cepat menyetujui transportasi dan renovasi pesawat.

Setelah lebih dari satu dekade menabung, mereka memutuskan pada tahun 2020 untuk renovasi pesawat. Krisis ekonomi akibat virus corona menyebabkan penundaan lebih lanjut.

Setelah berbulan-bulan bekerja, pesawat hampir siap untuk layanan penuh.

Ilustrasi

Interiornya baru dicat dan dilengkapi dengan listrik. Ada sembilan meja dan pintu-pintunya terhubung ke dua jalur jet tua yang memungkinkan pelanggan untuk naik dengan aman. Hidung pesawat dicat dengan warna bendera Palestina dan ekornya dengan warna Yordania.

Al-Sairafi bersaudara berencana memasang dapur di bawah badan pesawat untuk menyajikan makanan kepada pelanggan di dalamnya.

Namun, tujuan jangka panjang mereka untuk membangun kembali taman hiburan dan kolam renang masih jauh.

Pasangan itu mengatakan mereka kecewa karena tidak menerima dukungan keuangan dari pemerintah kota dan sedang mencari investor.

“Insya Allah, saya berharap proyek ini berhasil dan menjadi yang terbaik,” kata Ata al-Sairafi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini