Thailand Cabut Karantina bagi Wisman Divaksin, Sandiaga: Kita Tak Berlomba Banyak-banyakan Turis

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 19 Oktober 2021 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 406 2488373 thailand-cabut-karantina-bagi-wisman-divaksin-sandiaga-kita-tak-berlomba-banyak-banyakan-turis-0lnUnKrk9i.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Antara)

THAILAND kembali mengubah aturan bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang melancong ke wilayahnya. Mulai 1 November 2021 nanti, turis asing dari negara yang telah disetujui pemerintah Thailand dan sudah divaksin penuh akan diizinkan masuk ke Negara Gajah Putih tanpa perlu menjalani proses karantina.

Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-o-cha mengatakan, langkah itu diambil demi mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara, agar industri pariwisata negara kerajaan itu kembali bergairah setelah dihantam badai pandemi Covid-19.

Kabarnya, Australia juga akan menerapkan hal yang sama. Sementara Indonesia masih memberlakukan karantina selama 5 hari di hotel-hotel yang tentunya telah bekerjasama untuk mengakomodir para wisman.

Baca juga: 9 Tips Traveling ke Thailand untuk Pemula

Meski tampaknya beberapa pihak keberatan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, opsi karantina selama lima hari setelah wisman tiba di Indonesia demi menciptakan keamanan dan kenyamanan, karena kesehatan bangsa Indonesia merupakan aspek terpenting.

"Semua kebijakan kita berbasis data dan sudah diverifikasi oleh para ahli serta lintas kementerian. Kita tidak berlomba-lomba untuk banyak-banyakan turis," kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing.

Menurutnya, pemerintah memiliki prioritas bahwa kesehatan dan keselamatan penduduk Indonesia harus diutamakan.

Hal ini juga sebagai antisipasi agar gelombang 3 bisa dikendalikan. Pihaknya akan terus melakukan evaluasi rutin, dan untuk sementara ini karantina tetap ditentukan selama lima hari.

"Kita terus melakukan evaluasi rutin. Nanti pada saat yang tepat, jika diperlukan, kita akan mengubah kebijakan tersebut. Tetapi per hari ini fokus kita adalah pada pembukaan wisman dengan ketentuan karantina lima hari," jelasnya.

Selain melaksanakan karantina selama lima hari, wisman yang akan berkunjung ke Bali juga harus memiliki bukti vaksinasi dosis kedua maksimal 14 hari sebelum keberangkatan, asuransi dengan biaya pertanggungan sebesar Rp1 miliar, serta mengantongi surat keterangan swab RT-PCR negatif berlaku 3x24 jam sebelum keberangkatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini