Turis Masuk Bali Wajib Punya Asuransi Rp1 Miliar, Ini Kata Sandiaga Uno

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 19 Oktober 2021 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 406 2488413 turis-masuk-bali-wajib-punya-asuransi-rp1-miliar-ini-kata-sandiaga-uno-0lVf7QLqmh.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Kemenparekraf)

BALI telah resmi membuka pintu untuk perjalanan internasional sejak 14 Oktober 2021 lalu. Dibukanya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar untuk wisatawan mancanegara (wisman) bukan tanpa syarat.

Persyaratan yang harus dilakukan wisman saat berkunjung ke Bali di antaranya menunjukkan bukti sudah 2 kali vaksinasi paling lambat 14 hari sebelum keberangkatan, membawa surat keterangan swab RT-PCR negatif berlaku 3x24 jam sebelum keberangkatan, serta melakukan karantina selama 5 hari.

Selain itu, wisman juga diwajibkan untuk memiliki asuransi dengan nilai pertanggungan minimal Rp1 miliar. Umumnya, asuransi yang memiliki nilai pertanggungan dengan jumlah tersebut biasanya memiliki premi sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta rupiah.

"Rp1 miliar merupakan nilai tanggungan maksimal asuransi, bukan nilai premi. Sementara premi asuransi kesehatan itu yang kami sediakan adalah Rp800 ribu dan Rp1 juta, jadi sekitar 50 dolar," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno dalam Weekly Press Briefing, Senin kemarin.

Baca juga: Traveler Harus Tahu, Ini 9 Tarian Tradisional Bali Beserta Maknanya

Asuransi Perjalanan

(Ilustrasi, Foto: Etn Travel)

Nantinya, biaya tanggungan tersebut mencakup biaya perawatan ICU, kunjungan dokter, dan ambulans. Diterapkannya asuransi sebagai syarat masuk ke Indonesia guna memberikan rasa aman dan nyaman, serta menciptakan pariwisata berbasis kesehatan.

"Asuransi sejumlah Rp1 miliar merupakan prasyarat karena ini merupakan bagian pariwisata yang berkualitas dan mengedepankan kesehatan sehingga wisatawan yang masuk dan kemudian sakit, biayanya bisa dibayarkan pihak asuransi," jelas Sandiaga.

Seperti diketahui, saat ini ada 19 negara yang sudah diizinkan masuk ke Indonesia. Negara-negara tersebut dipilih sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) karena kasus harian Covid-19 sudah terkendali dengan positivity rate yang rendah.

Adapun ke-19 negara tersebut adalah Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini