Bali Buka Lagi Pariwisata, Sandiaga Uno: Kesehatan Wisman Syarat Utama

Ahmad Haidir, Jurnalis · Selasa 19 Oktober 2021 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 406 2488432 bali-buka-lagi-pariwisata-sandiaga-uno-kesehatan-wisman-syarat-utama-NE0tgW9yvw.JPG Ilustrasi (Foto: Antara)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menekankan bahwa kesehatan wisatawan mancanegara (wisman) menjadi syarat utama untuk berkunjung ke Indonesia.

Hal itu menanggapi kembali dibukanya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali secara resmi untuk perjalanan internasional per tanggal 14 Oktober 2021 lalu.

Menteri yang akrab disapa Mas Menteri itu menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan, baik wisatawan mancanegara maupun domestik, menjadi hal yang mutlak untuk diterapkan seiring dengan pandemi Covid-19 yang belum benar-benar usai.

“Beberapa persyaratan harus dipenuhi wisman atau turis asing untuk berwisata ke Bali untuk menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat, terlebih masih ada ancaman gelombang pandemi Covid-19,” kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing yang dihelat secara virtual dari Kampung Wisata Ciburial, Garut, Jawa Barat.

Untuk itu kata dia, protokol kesehatan harus dilaksanakan secara ketat dan disiplin termasuk proses end to end saat wisatawan datang berwisata ke Indonesia.

Baca juga: Sandiaga Undang 19 Dubes Anggota Uni Eropa, Ini yang Dibahas

Infografis Tips Traveling

Selain itu, Sandiaga menjelaskan bahwa ada asuransi kesehatan bagi wisman untuk datang ke Bali yang nilainya mencapai Rp1 miliar demi menjamin kesehatan dan keselamatan berwisata. Namun menurut dia, nominal tersebut merupakan nilai tanggungan maksimal asuransi, bukan nilai premi yang dibayarkan wisman.

“Pemerintah telah menetapkan dua premi asuransi kesehatan bagi wisman. Yakni, asuransi kesehatan dengan premi Rp800 ribu dan Rp1 juta. Premi ini memiliki nilai tanggungan maksimal Rp1,6-Rp2 miliar dengan masa berlaku 30-60 hari. Jadi apabila wisman tidak memiliki asuransi di negara asal, mereka bisa membeli asuransi saat tiba di Indonesia,” bebernya.

Kemenparekraf lanjut Sandiaga, membuat regulasi terkait hotel yang menjadi tempat karantina mandiri namun menerima tamu secara reguler, dimana hal itu diperbolehkan. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan peninjauan langsung di beberapa hotel karantina untuk menyambut wisatawan asing.

“Terkait hotel karantina yang dapat menerima tamu reguler, hal ini diperbolehkan disertai dengan sejumlah persyaratan. Salah satunya, hotel memiliki sistem pengawasan serta alur yang baik, sehingga wisatawan karantina dan nonkarantina tidak berada di wilayah yang sama," jelasnya.

Baca juga: Tegas! Sandiaga Uno: Pariwisata Jangan Sampai Picu Gelombang Ketiga Covid-19

“Aktivitas bagi wisatawan yang karantina dan tamu hotel reguler juga harus dipisahkan, hotel terdiri dari beberapa gedung. Tim Kemenparekraf sempat pula melakukan peninjauan hotel karantina terkait kesiapan mereka menyambut wisatawan mancanegara dan pengawasan yang dilakukan selama masa karantina di hotel,” sebut pria yang menggantikan Wishnutama Kusubandio memimpin Kemenparekraf itu.

Kemenparekraf turut mempromosikan pembukaan Bali untuk wisatawan mancanegara melalui kerja sama dengan Biro Perjalanan Wisata (BPW) di 19 negara. Selain itu, promosi juga dilakukan melalui own media serta perwakilan Indonesia di negara-negara tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini