Sambangi Tanah Rencong, Sandiaga Ingin Situs Tsunami PLTD Apung Jadi Wisata Edukasi Bencana

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 20 Oktober 2021 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 406 2488612 sambangi-tanah-rencong-sandiaga-ingin-situs-tsunami-pltd-apung-jadi-wisata-edukasi-bencana-X5ZAPEP0FG.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Instagram/@sandiuno)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno melakukan peninjauan ke Museum Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung di Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh.

Dalam kunjungannya tersebut, Sandiaga berharap bahwa situs tsunami di Aceh itu bisa menjadi wisata edukasi masyarakat, khususnya pelajar.

"Selain mengedukasi masyarakat tentang mitigasi bencana, juga sekaligus membuka lapangan kerja seluas-luasnya," kata Sandiaga seperti dikutip dari akun Instagram resmi @kemenparekraf.ri, Selasa, 19 Oktober 2021.

Ia juga melihat potensi terhadap Museum PLTD jika dilakukan pengembangan ke depannya sebagai wisata berbasis sejarah dan edukasi. Dalam kilas balik perjalanannya ke Tokyo beberapa waktu lalu, Sandiaga juga mengatakan bahwa wisata berbasis edukasi ini menjadi suatu keharusan di sana.

Baca juga: 5 Tempat Wisata di Banda Aceh Paling Tersohor, Yuk Intip!

Infografis Makanan Khas Aceh

"Jadi, waktu saya ke Tokyo, edukasi berbasis wisata ini menjadi keharusan di sekolah di Jepang. Jadi nanti di Indonesia ini juga ada study tour agar kita memahami mengenai mitigasi dari bencana tsunami," terang mantan Wagub DKI Jakarta itu.

Dirinya juga mengusulkan kepada pihak pengelola agar Museum PLTD Apung menyediakan story telling atau simulasi gempa dan tsunami sehingga para pengunjung bisa mendapatkan pengalaman saat menyambangi museum tersebut.

Museum PLTD Apung merupakan museum yang terletak di Desa Punge, Blancut, Banda Aceh. Sesuai namanya, kapal ini merupakan sumber tenaga listrik bagi wilayah Ulee Lheue – tempat kapal ini ditambatkan sebelum terjadinya tsunami.

Ketika tsunami terjadi pada 26 Desember 2004, kapal ini terseret gelombang pasang setinggi 9 meter sehingga bergeser ke jantung Kota Banda Aceh sejauh 5 kilometer. Kapal ini terhempas hingga ke tengah-tengah pemukiman warga, tidak jauh dari Museum Tsunami.

Dari 11 orang awak dan beberapa warga yang berada di atas kapal ketika tsunami terjadi, hanya satu orang yang berhasil selamat. Fenomena pergeseran kapal ini menunjukkan kedahsyatan kekuatan gelombang yang menimpa bumi Serambi Makkah kala itu.

Kini, di sekeliling museum dibangun dinding dengan relief menyerupai gelombang air bah. Dari atas kapal ini, pengunjung juga dapat melihat rangkaian pegunungan Bukit Barisan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini