Ada Makam Keramat Bangsawan Kesultanan Banten, Pulau Panjang Bakal Jadi Wisata Religi

Antara, Jurnalis · Rabu 20 Oktober 2021 02:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 406 2488627 ada-makam-keramat-bangsawan-kesultanan-banten-pulau-panjang-bakal-jadi-wisata-religi-YSKzQTY84S.JPG Pengunjung menikmati wisata di Pulau Panjang, Kepulauan Seribu (Foto: Instagram/@ngetour)

PEMERINTAH Kabupaten Kepulauan Seribu akan menjadikan Pulau Panjang sebagai destinasi wisata religi, menyusul temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar dikembalikan fungsinya untuk zona perdagangan dan jasa.

"Kami ingin membangun spot wisata baru (religi) di sana, terkait potensi yang ada dimiliki setiap pulau," ujar Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi, Selasa, 19 Oktober 2021.

Ia mengakui, sesuai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) maka pembangunan bandar udara (bandara) tidak dapat dilanjutkan, tetapi dikembalikan ke zona perdagangan dan jasa.

Oleh karena itu, lanjut Junaedi, sesuai dengan Keputusan Bupati Nomor 371 Tahun 2021 tentang Penetapan Destinasi Wisata Kabupaten Kepulauan Seribu, maka Pulau Panjang di Kelurahan Pulau Kelapa menjadi objek wisata religi karena ada salah satu makam keramat milik bangsawan Kesultanan Banten, Sultan Maulana Mahmud Zakaria.

Langkah awalnya, kata dia ialah membangun akses wisata ke lokasi tersebut. Luas Pulau Panjang seluruhnya kurang lebih 12 hektare, sementara luas makam Sultan Maulana Mahmud Zakaria kurang lebih 100 meter persegi.

Infografis Wisata Religi di Jakarta

Baca juga: 5 Pulau dengan Spot Snorkeling Terindah di Kepulauan Seribu, Mana Favoritmu?

"Saat ini sedang dibangun akses dermaga dan jalan menuju lokasi makam tersebut," kata Junaedi.

Junaedi belum merinci anggaran yang dipersiapkan untuk membangun Pulau Panjang jadi destinasi wisata religi.

Selanjutnya, dia ingin makam di sana akan dikagumi banyak orang, seperti makam Sunan Gunung Jati. Di sana saat ini, katanya, terdapat bangunan seperti joglo yang teduh untuk setiap pengunjung yang datang.

Tapi ada kelebihan berwisata di Pulau Panjang yakni wilayah pantainya, di sana juga bisa sambil berwisata air. "Bisa menyelam atau snorkeling dan lain-lain," kata Junaedi.

Dirinya berharap ke depannya bisa juga membangun bangunan untuk istirahat wisatawan dan sarana pendukung lainnya di Pulau Panjang.

Sejak awal, Junaedi menginginkan setiap pulau yang ada di Kepulauan Seribu mempunyai minimal satu destinasi wisata bagi para pelancong. Tujuan dibangunnya destinasi wisata agar perekonomian tumbuh.

Ia lantas memberikan contoh, destinasi wisata Kampung Jepang di Pulau Untung Jawa, lalu pantai terbitnya matahari (Pantai Sunrise) di Pulau Pramuka. Proses pembangunannya kata dia, antara lain melalui gerakan masyarakat dan kolaborasi dengan pertanggungjawaban sosial perusahaan Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kalau ini berkembang lagi, mungkin akan mengembangkan kios-kios UMKM, kalau ada kolaborasi," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini