Stres di Rumah Sakit, Perawat Ini Ubah Sampah Plastik Jadi Karya Seni Warna-warni

Agregasi VOA, Jurnalis · Rabu 20 Oktober 2021 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 406 2489037 stres-di-rumah-sakit-perawat-ini-ubah-sampah-plastik-jadi-karya-seni-warna-warni-8ZujDEMS2V.jpg Karya seni dari pecahan mainan plastik dipamerkan di Frieze Art Fair di Regent's Park London (AP via VOA)

MENJELANG Konferensi Perubahan Iklim PBB di Glasgow, Skotlandia pada akhir Oktober 2021, banyak orang bertanya-tanya apa yang bisa mereka lakukan bagi lingkungan. Di Brighton, Inggris, seorang perawat mengubah sampah yang setiap hari ia pungut dari pantai setempat menjadi karya seni berwarna-warni.

Baca juga:  Unik! Ada Eksibisi Karya Seni untuk Anjing di Hong Kong, Begini Keseruannya

Setiap pagi dalam perjalanannya ke tempat kerja, perawat Sammie Aplin membersihkan pantai dari sampah plastik.

Brighton adalah tujuan wisata populer di pantai Inggris selatan. Ada turis berarti ada sampah. Sampah laut lainnya sampai ke pantai tersebut setelah dibuang ke sungai dan terbawa arus dari laut yang jauh.

Bagi Aplin, memunguti sampah adalah terapi dan bentuk relaksasi sebelum jam kerja yang panjang dan sering membuat stres di rumah sakit. Tetapi semasa lockdown, dia mulai membuat kolase seni pelangi dengan memanfaatkan beberapa sampah warna-warni.

Awalnya dia hanya membagikan kreasinya kepada keluarga dan teman-teman, tetapi berita dengan cepat menyebar dan sekarang ia mempunyai daftar pelanggan yang menunggu karyanya dan orang-orang datang dari London untuk membeli karya terbarunya.

Baca juga: Liburan ke Inggris, Wisatawan Tak Perlu Lagi Bawa Hasil Tes PCR

"Saya senang menemukan apa pun yang berwarna-warni. Sedih karena pada satu sisi saya sangat gembira karena menurut saya itu akan tampak cerah dalam seni, tetapi pada sisi lain, saya berpikir mengapa sampah ini ada di sini? Seharusnya tidak ada di sini. Saya hanya satu orang tetapi jumlah yang saya temukan dalam setahun ini sangat banyak," kata Sammie Aplin.

Aplin selalu mencari sampah warna-warni di Pantai Brighton yang berkerikil. Dia sangat senang menemukan mainan anak-anak. Sampah yang tidak bisa dia gunakan, akan dia coba daur ulang.

"Melihat sampah sebagai sumber daya, menurut saya, sangat penting dari pada barang-barang ini hanya akan berakhir di tempat pembuangan sampah akhir atau dibakar. Mudah-mudahan ini akan menghiasi dinding seseorang selama beberapa tahun dan ada di sana untuk dinikmati," ujarnya.

Ilustrasi

Perlu waktu ratusan tahun bagi plastik untuk terurai. Plastik akan tetap berada di lautan selama puluhan tahun sebelum akhirnya terdampar. Sampah plastik di lautan kita tidak hanya tidak sedap dipandang ketika terdampar di pantai kita, tetapi juga berbahaya bagi biota laut.

Masalah plastik laut bukanlah masalah lokal, melainkan masalah kita semua, masalah global.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini