Sandiaga Jadikan Gampong Nusa sebagai Desa Wisata Edukasi Bencana Pertama di Indonesia

Antara, Jurnalis · Rabu 20 Oktober 2021 20:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 406 2489227 sandiaga-jadikan-gampong-nusa-sebagai-desa-wisata-edukasi-bencana-pertama-di-indonesia-G2RQ1LzJNL.jpeg Menparekraf Sandiaga Uno disambut Tarian Ratoh Duek saat meninjau Gampong Nusa di Lhoknga, Aceh Besar (Antara/Khalis Surry)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menjadikan Gampong (Desa) Nusa di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar menjadi desa wisata pertama di Indonesia yang berbasis edukasi kebencanaan.

"Dari 50 desa wisata yang masuk dalam finalis Anugerah Desa Wisata Indonesia, ini merupakan desa yang pertama dikembangkan menjadi desa wisata edukasi tentang pemahaman kebencanaan," kata Sandiaga Uno saat meninjau Gampong Nusa, Rabu (20/10/2021).

Baca juga:  Sambangi Tanah Rencong, Sandiaga Ingin Situs Tsunami PLTD Apung Jadi Wisata Edukasi Bencana

Dia menjelaskan Desa Nusa memiliki daya tarik yang luar biasa, baik dari keindahan alam, seni dan budaya, serta yang sangat potensial lagi sangat cocok untuk pengembangan wisata berbasis edukasi tentang kebencanaan.

Menparekraf akan menyusun program tersebut dengan melibatkan para pihak seperti pemerintah daerah, BMKG, instansi pendidikan dan bahkan pihak luar negeri seperti Jepang.

 

Menurut Sandiaga, Gampong Nusa memiliki sejarah tentang tsunami yang meluluhlantakkan Aceh pada 2004 silam, sehingga melalui program tersebut warga dan wisatawan dapat belajar tentang kebencanaan.

"Karena desa ini punya histori tentang tsunami 2004. Kita ingin belajar dari apa yang terjadi dan kearifan lokal yang bisa kita edukasikan khususnya kepada sekolah-sekolah. Sehingga masyarakat lebih tahu seandainya ada gempa potensi tsunami, apa yang harus dilakukan," katanya.

Baca juga:  Pulo Aceh Punya Sejumlah Destinasi Wisata Bahari, Apa Saja?

Nantinya, tambah Sandiaga, spot desa wisata Gampong Nusa itu akan sering dikunjungi sekolah-sekolah, sama seperti Rinkai Disaster Prevention Park di Tokyo Jepang, yang menjadi tempat belajar mitigasi bencana.

Saat ini, kata Menparekraf, desa wisata Gampong Nusa telah memiliki 42 unit homestay, rumah panggung kayu tradisional dengan balutan warna-warni dari swadaya warga desa Nusa.

Oleh karenanya Menparekraf memberi bantuan seprai untuk 42 homestay itu, mengingat selama ini fasilitas tempat tidur maupun kamar mandi masih belum standar internasional, seperti warna seprai, sarung bantal, termasuk handuk yang masih warna beragam, selain putih.

"Karena memang homestay itu standarnya seprai, sarung batal, berwarna putih supaya bisa dilihat kebersihannya," kata Sandiaga.

 Ilustrasi

Ini bantuan langsung kami hadirkan, karena disini tergolong banyak homestay, tapi belum standardisasi. Karena homestay berkelas dunia adalah putih, dan karena disini sudah menerima kunjungan wisatawan dari Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam dan Singapura, maka ini juga harus memiliki standar internasional," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini