Mengenal Festival Gerewol, Lomba Ketampanan demi Rebut Istri Orang

Nindi Widya Wati, Jurnalis · Jum'at 22 Oktober 2021 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 406 2490015 mengenal-festival-gerewol-lomba-ketampanan-demi-rebut-istri-orang-wXt0i4LaS4.JPG Para pria mengikuti Festival Gerewol di Nigeria (Foto: Instagram/@jimmy.nelson.official)

FESTIVAL Gerewol menyimpan sederet keunikan. Dikenal sebagai festival 'pencurian' istri, salah satu ragam budaya yang juga dipraktikkan oleh Suku Wodaabe Fula di Nigeria.

Festival Gerewol penuh warna dengan budaya-budaya yang spektakuler, dan hanya sedikit orang barat dapat memiliki hak istimewa untuk melihatnya.

Suku Wodaabe disebut suku semi-nomaden, dengan memiliki nama lain Mbororo atau Bororo. Suku yang melintasi negara-negara seperti Niger, Kamerun, Nigeria dan Chad, mempunyai cara tersendiri untuk memamerkan pesona yang dimiliki laki-laki.

Demi merebut hati orang yang disukai, mereka melakukan berbagai cara. Termasuk juga mengubah penampilan, baik dengan berdandan atau memakai pakaian menarik.

Melansir dari laman Native Eye Travel, setiap tahun orang-orang Wodaabe berkumpul selama sepekan untuk perayaan luar biasa Festival Gerewol.

Menikmati festival dengan berkumpul untuk berpesta, berlomba balap unta, menari, dan menemukan kekasih. Festival Gerewol terkenal dengan cara pria muda Wodaabe merias diri.

Baca juga: Uniknya Festival Pegang Payudara di Singapura, Lelaki Menang Banyak Nih!

Festival Gerewol

(Festival Gerewol, Foto: Instagram/@trevcole)

Mengenakan riasan dan perhiasan yang mereka pamerkan kepada para gadis, agar mendapatkan pasangan baik seumur hidup.

Festival ini dilakukan setelah perjalanan melintasi Sahel dengan berjalan kaki, menaiki unta atau keledai dengan ternak mereka.

Para pria sengaja bangun pagi untuk mengecat wajah mereka dengan oker merah, menggambar pola titik-titik putih, mengenakan perhiasan, memakai lapisan hitam, dan lipstik berwarna biru selama sesi bersolek yang berlangsung berjam-jam.

Baca juga: Hyena Jadi Hewan Peliharaan di Nigeria, Kotorannya Dijadikan Obat

Para pria ini kemudian menari dalam barisan panjang setiap malam di depan kelompok wanita. Lengan saling bertautan, mata lebar dan bibir terbuka untuk menekankan seberapa tinggi badan, serta seberapa putih gigi dan mata mereka.

Mereka bergerak memantul dan membungkuk, meniru keanggunan burung kuntul putih yang berkaki panjang, dan melantunkan 'va va va va' dengan senyum simpul.

Selain diakhiri dengan tarian, festival Gerewol juga mengumumkan tiga pemenang yang dipilih oleh tiga wanita dewasa, setelah mengamati tarian dengan cermat selama beberapa hari sebelumnya. Seleksi Gerewol cukup menegangkan, dengan para gadis yang berjalan menyusuri barisan laki-laki.

Kemudian masing-masing mengetuk pria favorit mereka, dan semua orang bergegas masuk untuk merayakan dan memberi selamat kepada para pemenang.

Para wanita kemudian kembali ke kampung mereka dan menunggu. Jika laki-laki yang terpilih juga menyukai mereka, maka mereka akan disatukan menjadi sepasang kekasih.

Baca juga: Mengenal Festival Kanamara Matsuri, Festival Penis Paling Meriah di Jepang

Festival Gerewol

(Festival Gerewol, Foto: Instagram/@kumakonda)

Suku Wodaabe mematuhi serangkaian tradisi kompleks yang membentang berabad-abad dan melintasi perbatasan. Hal paling menarik dan memanjakan mata ketika berkesempatan mengikuti rangkaian Festival Gerewol adalah pesona beragam etnografi Afrika.

Menjadi hal yang sangat menyenangkan bagi para fotografer, karena dapat memotret sebuah kontes ketampanan yang cukup rumit cenderung kuno.

Warisan budaya ini terus dilestarikan, agar tidak luntur di masa depan. Festival Gerewol juga sekaligus sebagai kesempatan unik untuk melihat serangkaian tradisi kompleks yang semakin hilang di wilayah lain Afrika. Bahkan secara visual, tradisi ini adalah tontonan yang kaya warna dari pesona para pria Wodaabe.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini