Kena Serangan Jantung, Anjing Ini Mati dalam Pesawat

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Sabtu 23 Oktober 2021 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 406 2490395 kena-serangan-jantung-anjing-ini-mati-dalam-pesawat-DnuZ0lkxiB.jpg Anjing milik Monique Collette (Instagram Monique Collette via Newshub)

SEORANG wanita bernama Monique Collette berduka saat menjalani penerbangan dari China ke Kanada. Pasalnya, anjing kesayangannya yang ikut terbang dengan pesawat mati setiba di kota tujuan. Dokter hewan menyebut anjing itu kemungkinan tewas karena serangan jantung atau stroke.

Monique Collette memutuskan untuk kembali ke keluarganya di White Rock, Kanada karena pandemi COVID-19. Ia juga mengatur agar anjingnya bernama Maverick dan Chocolate juga terbang kembali ke Kanada.

Namun, ketika hewan peliharaan kesayangannya tiba di Kanada, Collette diberi tahu anjingnya telah mati di dalam peti yang penuh darah dan basah kuyup.

Baca juga:  Wow! DNA Serigala Jepang yang Punah 115 Tahun Silam Ditemukan pada Tubuh Anjing Ini

Melansir dari Newshub, Sabtu (23/10/2021), Colette tinggal di Shenyang, China untuk mengajar bahasa Inggris sebelum kembali ke Kanada.

Sebelum mudik, Colette mengirimkan anjing-anjingnya dulu ke Kanada dengan pesawat kargo. Di sana, ibunya siap menjemput.

Colette melakukan pemesanan dengan China Southern Airlines agar anjing-anjing itu terbang ke Vancouver melalui Guangzhou, China.

 

Colette mengatakan anjing-anjing itu baik-baik saja ketika mereka tiba di Guangzhou. Dia dikirimkan foto dan video oleh staf di pusat penitipan anjing pada saat kedatangan mereka.

Ketika ibunya, Dorice Bastarache, datang untuk mengambil anjing-anjing itu, dia harus menunggu selama beberapa jam.

 Baca juga: Boji si Anjing Jalanan yang Suka Solo Traveling Naik Transportasi Umum

"Seorang perwakilan China Southern Airlines mengeluarkan peti Maverick dengan mayatnya di dalamnya," katanya.

Seorang dokter hewan mengatakan Maverick berusaha untuk keluar dari kandang dan sebatang logam menembus mulutnya.

Namun, seorang dokter hewan swasta yang disewa oleh keluarga Collette menyimpulkan anjing itu kemungkinan meninggal karena serangan jantung atau stroke.

Keluarga mengatakan itu karena tingkat oksigen dan suhu yang buruk di ruang kargo pesawat.

Badan Layanan Perbatasan Kanada menyarankan China Southern Airlines harus membawa Maverick ke rumah sakit hewan dan kemudian jenazahnya dikremasi untuk diambil oleh keluarga.

Sebaliknya, menurut Bastarache, dia menerima pesan teks yang memintanya untuk mengambil tubuh Maverick, atau akan diperlakukan sebagai kargo yang ditinggalkan dan dibuang.

 Ilustrasi

Collette dan pengacaranya telah menghubungi China Southern Airlines untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Mereka percaya Maverick telah dipindahkan sebelum penerbangan terakhir dan kapten belum diberitahu, yang berarti mungkin mereka tidak mengatur pengaturan oksigen dan panas yang benar di area yang akan digunakan Maverick pada jam-jam terakhirnya.

Colette menggambarkan Maverick sebagai anjing yang tidak tahu bahwa dia jauh lebih besar daripada sahabat karibnya, Chocolate.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini